Ternyata Hewan yang Disebut Unicorn Memang Pernah Hidup di Bumi


Ternyata Hewan yang Disebut Unicorn Memang Pernah Hidup di Bumi - A

Mungkin hingga kini masih banyak orang yang menganggap bahwa unicorn adalah seekor hewan mitologi kuno yang juga hanyalah ada dalam pemikiran fiktif manusia saja. Akan tetapi, ternyata ada jenis hewan yang kini sudah punah dan memiliki sebutan unicorn, lho.

Ya, benar. Ada hewan prasejarah yang dikenal dengan sebutan lain unicorn pernah hidup di bumi, tepatnya di daerah Siberia, Rusia. Namun, berbeda dengan bentuk fisik dan kecantikan unicorn dalam dongeng, hewan satu ini justru lebih terlihat seperti seekor badak bercula.

Hewan yang memiliki nama latin Elasotherium sibiricum ini mempunyai tubuh besar seperti badak, bertubuh tegap, berkaki pendek, berbulu lebat dan kasar serta memiliki satu tanduk. Uniknya, tidak seperti badak pada umumnya yang memiliki tanduk yang terletak di bagian hidung, justru tanduk dari E. sibiricum ini terletak pada bagian kening atau kepala mirip seperti hewan fiktif unicorn. Dikarenakan hal inilah, maka E. sibiricum disebut sebagai bentuk unicorn di kehidupan nyata.

Ketika dewasa, E. sibiricum akan memimiliki ukuran lebih besar dari Coelodonta antiquitatis atau badak berbulu wol pada umumnya dengan tinggi lebih dari 2 meter, panjang sekitar 6 meter, tanduk sepanjang 2 meter dan berbobot sekitar 5 ton.

Walaupun dikatakan hanya memiliki satu tanduk, akan tetapi seorang professor zoology Alexander Brandt mengemukakan bahwa ada satu tulang memanjang yang diyakini adalah cula lain di sekitar ujung hidung dengan ukuran sekitar 35 cm dan lebar 15 cm.

Ternyata Hewan yang Disebut Unicorn Memang Pernah Hidup di Bumi - B

Menurut ilmuwan dari Tomsk University, Rusia, ada sedikit kesalahan dalam penentuan keberadaan hewan satu ini. Jika dalam penelitian sebelumnya menyatakan bahwa E. sibiricum hidup sekitar 350 ribu tahun lalu, para peneliti tersebut membantah dan mengatakan bahwa hewan itu justru ada di bumi sekitar 29 ribu tahun lalu atau pada saat awal kemunculan Homo sapiens. Hal tersebut dibuktikan dengan uji penanggalan radiocarbon yang dilakukan.

Makanan utama dari E. sibiricum adalah umbi-umbian tanaman yang mereka dapatkan dengan cara menggali tanah menggunakan culanya serta mencabut akarnya menggunakan gigi. Dalam fosil yang ditemukan, tidak diketahui keberadaan gigi seri atau taring, jadi para pakar menyimpulkan bahwa selain untuk mencabut akar dan mengunyah makanan, gigi hewan ini juga terkadang digunakan untuk menggali tanah.

Sebelumnya, sempat dinyatakan bahwa unicorn Siberia ini hanyalah hewan fiktif seperti halnya hewan rekaan, yaitu kuda unicorn. Akan tetapi, hal tersebut terbantahkan setelah ditemukannya fosil serta lukisan gua yang ada di Gua Rouffignac, Prancis.

Menjadi satu teka-teki yang belum terjawab tuntas hingga sekarang adalah kenapa disebut unicorn Siberia yang fosil pertamanya ditemukan di sebelah tenggara daratan Siberia Barat ini juga muncul d Prancis. Sebagai asumsi yang paling banyak dibenarkan oleh para ilmuwan adalah, E. siburicum adalah jenis hewan pecinta panas yang bermigrasi dari tempat asal menuju daerah panas.

Selain itu, kenapa hewan ini punah dan menghilang dari muka bumi juga masih menjadi satu misteri. Ada anggapan bahwa mereka punah karena diburu manusia, terkena bencana alam sampai dengan faktor lainnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaWaspada! ISIS Telah Melatih Anak-Anak Indonesia Perangi Pemerintah
Berita berikutnyaJokowi Teruskan ‘Jalinan Cinta’ Indonesia-Rusia seperti Era Soekarno