Siswa SMP Tolak Hormat Bendera, Orang Tua: Itu Iman Anak Kami


SURATKABAR.ID Herlina, orang tua salah satu siswa SMP yang akan dikeluarkan dari sekolah karena tak mau hormat bendera merah putih mengaku cukup kaget mendengar kabar tersebut. Meskipun sama-sama tak hormat bendera, Herlina mengatakan jika anaknya tidak bermasalah di sekolah sebelumnya.

“Dulu anak saya di SD Swasta Tirunas tidak pernah dipermasalahkan seperti ini,” kata Herlina saat ditemui di rumahnya pada Rabu (27/11/2019), dikutip dari tempo.co.

Ia menuturkan anaknya pun masuk ke SMP Negeri 21 karena mendapat rekomendasi dari kepercayaan yang ia anut. “Kami sudah ada sertifikat agama, makanya kok sekarang baru bermasalah,” kata dia.

Herlina menegaskan jika dirinya sudah melakukan pertemuan dengan pihak sekolah. Menurutnya, sekolah memberikan pemahaman bahwa anaknya harus mengikuti aturan di sekolah sesuai undang-undang. Salah satunya, soal hormat bendera ketika upacara, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Kami bilang itu iman anak kami, kami juga paham undang-undang, kami sudah sampaikan seperti itu tetapi mereka tidak mau merespon kami,” kata dia.

Ia tidak menampik jika anaknya tidak hormat bendera. Meski demikian anaknya tetap mengikuti upacara bendera dengan sikap berdiri tegap. “Jadi mereka respek gitu, ikut tegap,” kata dia.

Herlina mengatakan bahwa dalam keyakinannya, hormat kepada bendera itu sama dengan menyembah. “Bagaimana lagi, itu memang hati nurani anak kami yang dilatih dengan alkitab, kami sebagai orang tua mengajarkan sesuatu kebenaran terhadap anak kami,” kata dia.

Pihak sekolah, menurut Herlina, memberikan waktu sampai tanggal 25 November 2019 untuk memikirkan ulang untuk mengambil keputusan yaitu mengundurkan diri atau tetap sekolah tetapi mengikuti peraturan yang ada. “Dan kami sudah kasih jawaban tidak mengundurkan diri,” kata dia.

Herlina menjelaskan, bahwa dalam kitabnya terkait hormat mengangkat tangan adalah melakukan penyembahan. “Ya hormat kami dengan tidak melanggar iman kami, jadi anak-anak kami seperti itu mereka respek berdiri tegap,” katanya.

Kadis Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan membenarkan jika anak tersebut dikembalikan kepada orang tuanya. “Mereka pada saat melaksanakan upacara tidak mau hormat bendera dan tidak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya. Jadi memang dengan berat hati kita kembalikan ke orang tua,” katanya, Selasa (26/7/2019), dikutip dari detik.com.

Hendri mengutip pernyataan dalam rapat soal perilaku kedua siswa sudah menyalahi aturan dalam negara. Perilaku ini juga dikhawatirkan akan membawa pengaruh ke siswa didik lainnya.

Setelah kesepakatan diambil, pihak sekolah, menurut Hendri, akan memanggil orang tua kedua siswa untuk mengembalikan murid didik tersebut.

“Namun tetap kita fasilitasi agar mereka dapat mengenyam pendidikan nonformal,” sambung Hendri.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaBamsoet Sebut PBNU Ingin Presiden Kembali Dipilih MPR
Berita berikutnyaWacana Masjid Diawasi, PAN: Bahaya Kalau Tokoh Agama Dicurigai