Bamsoet Sebut PBNU Ingin Presiden Kembali Dipilih MPR


SURATKABAR.ID – Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan jika Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan usulan agar pemilihan presiden kembali ke MPR. Hal ini disampaikan Bamsoet ketika menyerap aspirasi sejumlah pihak terkait rencana amendemen UUD 1945 yang tengah digaungkan MPR.

“PBNU sejak 2012 sudah fokus mengembalikan pemilihan secara tidak langsung. Usulan PBNU tersebut patut dihormati dan bahkan menarik untuk dikaji lebih mendalam,” ujar Bamsoet lewat keterangan tertulis pada Rabu, (27/11/2019), dikutip dari tempo.co

Bamsoet mengatakan jika usulan tersebut sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional PBNU di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 15-17 September 2012 lalu yang merekomendasikan Indonesia kembali ke sistem perwakilan dalam pemilihan pemimpin nasional dan daerah.

Menurutnya, rekomendasi tersebut menyebutkan jika Presiden-Wakil Presiden dipilih oleh MPR RI, Gubernur-Wakil Gubernur melalui DPRD Provinsi, Bupati-Wakil Bupati melalui DPRD Kabupaten, dan Walikota-Wakil Walikota melalui DPRD Kota.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menegaskan jika usulan mengenai pemilihan presiden tersebut sesuai dengan hasil Munas 2012. “Tentang pemilihan presiden kembali MPR, itu keputusan Munas NU di Kempek, Cirebon, 2012,” ujar Said Aqil seusai pertemuan tertutup di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019), dikutip dari detik.com.

“Kiai sepuh, waktu ada Kiai Sahal pas masih hidup, Kiai Mustafa Bisri, menimbang mudarat dan manfaat, pilpres langsung itu high cost, terutama cost spesial. Kemarin baru saja betapa keadaan kita mendidih, panas, sangat mengkhawatirkan,” katanya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaCeritakan Kisah Seru Passion Kamu dan Dapatkan Hadiah Seru Hanya di Dcode.id!
Berita berikutnyaSiswa SMP Tolak Hormat Bendera, Orang Tua: Itu Iman Anak Kami