Soal Desa Fiktif di Sultra, Camat Ini Ungkap Hal Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Polemik mengenai tiga desa fiktif semakin menghangat. Kasus adanya desa aneh tersebut ada di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Ini ini menjadi sorotan nasional setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut keberadaan desa fiktif di kabupaten itu yang berdampak pada penggunaan dana desa tidak tepat sasaran.

Tiga desa yang diduga fiktif itu adalah Desa Ulu Meraka Kecamatan Lambuya, Desa Uepai Kecamatan Uepai, dan Desa Morehe Kecamatan Uepai.

Seperti dilansir dari cnnindonesia.com, hasil penelusuran menunjukan bahwa desa tersebut fiktif dan tidak berpenduduk.

Konawe merupakan salah satu kabupaten tertua di Sultra yang terdiri dari 27 kecamatan, 57 kelurahan dan 297 desa dengan luas wilayah 4.435,28 km² dan jumlah penduduk sebesar 253.659 jiwa (2017) dengan sebaran penduduk 57 jiwa/km².

Jarak ibu kota provinsi, Kendari ke Konawe sekitar 45 kilometer. Lambuya dan Uepai merupakan dua kecamatan yang berdampingan.

Saat ditemui CNNIndonesia.com, Camat Lambuya, Jasmin mengaku ada banyak hal yang perlu diluruskan atas informasi yang terlanjur beredar di publik, khususnya Desa Ulu Meraka yang disebut masuk wilayah administrasi Kecamatan Lambuya.

Dari 9 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Lambuya, kata Jasmin, tak ada nama Desa Ulu Meraka.

“Di sini adanya Desa Meraka. Kalau Desa Ulu Meraka tidak ada,” kata Jasmin.

Desa Meraka ini, kata Jasmin, berada di perbatasan antara Kabupaten Konawe Selatan dan Konawe. Desa ini, kata dia, masuk desa tertua di Kecamatan Lambuya bersamaan dengan Desa Uepai (sebelum berubah jadi Kelurahan Uepai).

Ia melanjutkan, Lambuya merupakan kecamatan induk yang kemudian memekarkan beberapa kecamatan di Kabupaten Konawe. Di antaranya, Kecamatan Uepai, Puriala, Ameroro dan Onembute.

Dari empat kecamatan itu, Desa Ulu Meraka kemudian masuk wilayah administrasi Kecamatan Onembute. Ia tidak tahu persis kapan berdirinya desa tersebut di Kecamatan Onembute.

“Jadi, Desa Ulu Meraka adanya di Onimbute, bukan di kita,” bebernya.

Dari empat kecamatan itu, Desa Ulu Meraka kemudian masuk wilayah administrasi Kecamatan Onembute. Ia tidak tahu persis kapan berdirinya desa tersebut di Kecamatan Onembute.

“Jadi, Desa Ulu Meraka adanya di Onimbute, bukan di kita,” bebernya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPenginput Anggaran Fantastis Lem Aibon Akhirnya Angkat Suara: Saya Pikir Tak Akan Viral
Berita berikutnyaDua Kali Menjanda, Artis Lawas Ini Kini Dinikahi Berondong