Penginput Anggaran Fantastis Lem Aibon Akhirnya Angkat Suara: Saya Pikir Tak Akan Viral


SURATKABAR.ID – Terkait anggaran lem Aibon senilai Rp 82 miliar, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat mengaku keliru memasukkannya dalam APBD DKI Jakarta 2020. Sudarman selaku Kepala Tata Usaha Suku Dinas Pendidikan Jakarta mengaku dirinyalah yang memasukkan anggaran kala itu. Dan ia mengakui jika dirinya memang benar keliru.

Sudarman mengaku dirinya asal-asalan saat memilih komponen Lem Aibon lantaran memenuhi pagi anggaran yang harus segera dimasukkan.

“Jadi ada pilihan lain, ada banyak pilihan lain artinya saya tidak berpikir sampai sejauh ini,” ujarnya, seperti dilansir dari Tempo.co

Baca juga: Begini Deretan Respon Kocak Warganet Terkait Anggaran Lem Aibon yang Mencapai Rp 82 Miliar

Lebih jauh lagi, Sudarman mengaku lem Aibon itu juga tidak berdasarkan permintaan sekolah. Namun ia mengaku komponen lem tersebut sebagai sala satu rekening kegiatan yang disusun sebesar Rp 82 miliar. Ia melanjutkan lagi jika nantinya setelah memilih komponen apapun, termasuk juga lem Aibon akan bisa diubah seusai pembahasan KUA PPAS 2020.

Dia tak menyangka jika kepitusannya tersebut bisa menjadi viral seperti sekarang ini.

“Saya berpikir secara sederhana, kenapa harus banyak-banyak kode rekening, karena nanti pun akan diubah sesuai kode rekening,” ujarnya.”Saya tidak berpikir sampai sejauh ini. Katakanlah kebutuhan aibon itu menjadi viral sampai begini.”

Namun ternyata setelah ditelusuri lebih jauh lagi, tidak hanya lem Aibon saja yang janggal, ada beberapa barang lainnya. Seperti halnya ballpoint sebesar Rp 124 miliar sampai pembelian 7331 unit komputer.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKisah Haru Atasan Pergoki Karyawannya Masak Nasi di Kantor, Bikin Air Mata Meleleh
Berita berikutnyaSoal Desa Fiktif di Sultra, Camat Ini Ungkap Hal Mengejutkan