Dicibir Habis-habisan sampai Diolok Akan Gila Kalau Gagal, Rio Kini Bangga Bisa Jadi Polisi


SURATKABAR.ID – Tidak ada yang salah dengan cita-cita setinggi langit jika usaha yang dilakukan sesuai. Seperti halnya apa yang dilakukan oleh Rio Karma saat mewujudkan mimpinya menjadi seorang polisi. Iya, Rio merupakan seorang pemuda dari daerah terpencil, Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ia juga berasal dari keluarga yang serba kekurangan. Bahkan sejak SD sampai SMA ia melakukan perjalanan yang cukup curam, naik turun bukit sekitar 3 km hanya untuk bersekolah. Kala itu belum ada transportasi, dan hanya sedikit yang sekolah. Rio menceritakan hidupnya yang bersusah payah untuk sampai ke sekolah, ia melewati hutan dan mendaki gunung.

Tidak hanya itu saja, tantangan yang dihadapinya adalah para tetangganya. Ia mendapatkan cibiran jika mimpinya terlalu ketinggian. Meskipun begitu, ia tetap bertekat menjadi seorang polisi. Walapun awalnya tidak mendapatkan restu orang tuanya, tapi perlahan ia bisa. Selama dua tahun ia belajar untuk menjadi polisi.

Baca juga: Kisah Kegigihan William, Ditolak 3 PTN Malah Dapat Beasiswa Kuliah di Rusia

Bahkan saking gigihnya keinginannya menjadi polisi, ada orang yang bilang kepadanya jika Rio merupakan orang pulau dan bisa gila jika gagal.

“Saya memang dari dulu ingin sekali jadi polisi, karna memang kepedulian dengan masyarakat lebih dekat.

Selama dua tahun saya latihan terus untuk mendaftar, bahkan ada yang bilang ke saya kalau saya ini orang pulau, tidak mungkin keterima jadi polisi, nanti kalau gagal jadi gila, itu pandangan masyarakat ke saya,” ujarnya.

Perjaanan Rio memang tidak mudah, karena kala itu taka da Polres di Anambas. Ia pergi ke Natunan dan mengurusnya. Sekarang, Rio yang sudah berusia 23 tahun berhasil menjadi polisi, dan terus menebarkan motivasi kepada anak-anak yang malas sekolah di kampungnya. Saat ini ia bertugas sebagai Polisi Satuan Lalu Lintas di Anambas.

Selain jadi polisi, ia membuka bisnis ternak ikan Napoleon di rumahnya, sebab ia tak memperbolehkan ayahnya untuk melaut lagi.