Karyawan BNI Medan Salah Transfer, Nasabah Ini Diganjar Vonis Bersalah dan Denda Rp 4 Miliar


SURATKABAR.ID – Senin (28/10/2019), Eddy Sanjaya terlihat begitu murung setelah mendengar putusan hakim yang menjatuhkan hukum dendan Rp 4 Miliar di Pengadilan Negeri Medan. Ia menutup matanya saat mendengar putusan hakim. Ia didenda Rp 4 miliar banyaknya lantaran kasus salah kirim rekening Rp 2,8 miliar oleh pegawai BNI cabang Medan.

“Dengan ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya. Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya. Menjatuhkan pidana pokok denda Rp 4 miliar dengan kewajiban mengembalikan uang yang belum dikembalikan sebesar Rp 2,8 miliar beserta jasa bunga dan kompensasi sebesar 6 persen per tahun sejak 2013,” tutur ketua majelis Richard Silalahi, seperti yang dilansir dari Kompas.com

Jika dalam kurun waktu 2 bulan Eddy tidak membayar yang tersebut, harta benda akan dilelang untuk membayarnya. Eddy dianggap merugikan BNI 46 lantaran tidak mengembalikan dana yang salah transfer.

Baca juga: Viral Anggaran Fantastis Rp5 M untuk Influencer Luar Negeri, Begini Penjelasan Dinas Pariwisata DKI…

Kasus ini sendiri terjadi pada 12 Juli 2013, sekitar pukul 09:00 WIB. Eddy Sanjaya merupakan Dirut Utama Mestrasco yang bergerak dalam pemasaran tiket penerbangan domestik atau internasional, jasa tour, pariwisata, dan lainnya.

Hari itu, Raja Penawar Sembiring yang merupakan teller BNI cabang Medan melakukan transaksi tunai, non tunai, dan kliring yang masuk. Kala itu ua menerima dua setoran kliring ke perusahaan milik Eddy. Pada pengiriman pertama, Raja Penawar Sembiring melakukan pemindahan dana bilyet giro sebesar Rp 3 juta. Selanjunya yang kedua, dengan tujuan PT Supernova berupa 1 lembar warkat bilyet giro CIMB Niaga No. AAR 332078 dengan nilai mencapai Rp 3.610.574.000.

Namun Raja Penawar Sembiring lalai memasukkan dana Rp 3 miliar lebih itu ke rekeni BNI atas nama PT Darma utama Metrasco. Ternyata, uang yang masuk ke rekening perusahaanya, digunakan sebagai keperluan operasional PT Darma Utama Metrasco tanpa mengonfirnmasi asal usul dana tersebut. Barulah tanggal 26 Juli 2013, Raja Penawar Sembiring melakukan konfirmasi ke PT Darma Utama Metrasco atas kesalahan yang terjadi.

Baca juga: Viral Postingan Singkong Goreng 3 Buah Seharga Hampir 200 Ribu, Rachel Vennya: Terenak yang…

Singkat cerita, BNI sudah tiga kali melakukan somasi supaya uang dikembalkan. Namun dana tak kunjung dikembalikan.

“Akibat perbuatan terdakwa PT Darma Utama Metrasco, saksi korban pihak PT BNI Tbk merasa keberatan dan mengalami kerugian sebesar Rp 2.880.574.000,” kata jaksa Rosinta.

Akhirnya tanggal 12 Juli 2013, Eddy Sanjaya ditangkap.