Retas Perusahaan di AS, Hacker Asal Sleman Raup Uang Rp 31,5 Miliar


SURATKABAR.ID – Hacker yang berasal dari Sleman, Jogja yang berinisial BBA (21) dibekuk oleh petugas lantaran aksinya yang meretas server perusahaan di San Antonio, Texas, Amerika Srikat. Ia berhasil diringkus oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di kediamanya pada Jumat (18/10/2019).

“Ditangkap lagi main komputer di rumahnya di Sleman, Yogyakarta,” ujar Kepala Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/10/2019).

Barang bukti yang berhasil dihimpun oleh pihak yang berwajib adalah komputer jinjing, identitas pribadi, dua unit ponsel, satu unit rakitan CPU, satu kartu ATM BNI, dan juga moge.

Baca juga: Definisi Jodoh Tak Kemana, Maling Ini Jual Motor Curiannya ke Pemiliknya Sendiri

Berdasarkan pihak yang berwajib, peretasan ini dilakukan dengan modus serangan program jahat jenis ransomware. BBA membeli ransomware yang mampu memgambil alih kendali yang berisi Cryptolocker di pasar gelap atau dark web.

Selanjutnya, ransomware tersebut dikirimkan secara luas ke lebih dari 500 alamat email di luar negeri. Salah satunya adalah perusahaan di San Antonio, Texas, AS. Saat korban membuka emil, maka software perusahaan akan terenkripsi. Hal inilah yang nantinya dimanfaatkan BBA untuk meminta uang tebusan kepada para korbannya. Sebab, jika tidak diberi uang, dalam waktu dekat sistem perusahaan akan lumpuh.

Biasanya ia akan memberikan waktu 3 hari untuk membayar uang tebusan. Jika diberikan, ia akan menghidupkan kembali server. Jika tidak membayar, ia akan mematiakn seluruh sistemnya. Sementara itu ia akan mendapatkan tebusan berupa bitcoin. Selama kurun waktu 5 tahun menjadi hacker, BBA mampu meraup uang sebanyak 300 Bitcoin atau setara dengan Rp31,5 miliar.

Atas tindakannya, BBA terancam hukuma maksimal 10 tahun penjara. Ia dikenakan Pasal 49 Jo Paal 33 dan Pasal 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (4) Jo Pasal 27 ayat (4) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.