Lika Liku Perjuangan Reza, Anak Sopir Lulusan ITB dengan IPK 3,98: Rela Jajan Rp5.000 per Hari!


SURATKABAR.ID – Tidak semua orang beruntung dilahirkan dari keluarga yang kaya. Ada beberapa di antara kita yang perlu susah payah untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seperti kisah Muhammad Reza Nurraham yang penuh lika-liku. Sebagai anak orang yang kurang mampu, ia mengandalkan tekad yang bulat serta kepandaiannya.

Sabtu (19/10/2019), ia menyampaikan pidato perwakilan wisudawan prodi sarjana pada Sidang Terbuka Wisuda Pertama ITB Tahun Akademik 2019/2020 di Sabuga. Rasa haru dan bangga menyelimuti kedua orangtua Reza.

Ya, orangtua Reza turut hadir dan menjadi tamu VIP. Kejadian ini tentu saja merupakan momen yang tak akan terlupakan bagi Reza sendiri. Karena memang selama ini melihat orangtuanya duduk di bangku VIP merupakan impiannya.

Baca juga: Hanya Lulusan SMK, Gadis Berhijab Ini Harumkan Nama Indonesia di Kancah Fashion Dunia

Dahulu ia menuliskan impian tersebut di lembar Strategi Sukses di kampus. Ia bermimpi menjadi mahasiswa terbaik di ITB dengan IPK di atas 3,5 dan membuat orangtuanya duduk di bangku VIP. Impian tersebut bisa menjadi kenyataan. Semasa kuliah, Reza banyak mendapatkan perngahraan. Ia juga mendapatkan IPK yang sangat tinggi 3,98.

Jika tak melihat dari awal, perjuangan Reza terlihat gampang. Namun, Reza memperjuangkan semuanya. Di tengah keterbatasan keluarganya, tak membuat semangatnya padam. Ternyata sudah sedari dulu Reza menabung untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tidak terkecuali dengan pendidikan, Reza selalu tekun dan menjadi juara kelas.

Masa sekolahnya yang penuh dengan lika-liku tak membuatnya putus asa. Akhirnya Reza memasuki ITB yang merupakan impiannya sejak SMP. Dan yang ia sempat mengajukan beasiswa BIdikmisi, namun awalnya tidak ada. Ia kemudian mengajukan beasiswa ke Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Saat mendapatkan beasiswa KBB itu juga dinyatakan lolos Bidikmisi dan melepaskan KBB.

Baca juga: Tega! Diminta Beli Barang oleh Anaknya Tapi Tak Kunjung Dijemput, Ternyata Ibu Ini Dibuang

Sebagai mahasiswa dengan mengandalkan beasiswa, Reza bisa berkesampatan tinggal di asrama. Namun baru 3 jam di asrama ia tak betah dan memutuskan tinggal di rumah saja. Untuk pulang pergi ke kampus ia memanfaatkan motor bebek Honda Legenda. Ia juga membawa bekal supaya tak jajan di kampus.

“Pengeluaran Reza per hari Rp 5.000 untuk bensin saja. Reza nggak pernah jajan dan nggak suka nongkrong. Habis kuliah dan kegiatan organisasi, Reza langsung pulang ke rumah,” ungkapnya, dilansir dari Kompas.com

Sementara uang bidikmisi sekitar Rp950.000 per bulan ia tabungkan. Untuk kebutuhan kuliah dan lainnya, ia mengandalkan mengajar di lembaga dengan honor Rp 125 ribu per jamnya.