Tragis! Sales Mobil Diteriaki Maling, Diculik, Disiksa, dan Dibunuh oleh Suami Mantan Kekasih


SURATKABAR.ID – Kisah yang sangat tragis terjadi pada seorang sales mobil di Jawa Timur yang bernama Bangkit Maknutu Dunirat (30). Ia dibunuh secara brutal oleh enam orang pelaku, termasuk juga satu suami dari mantan pacarnya. Bukan asmara, hal tersebut lebih kepada cicilan mobil antara Bangkit dan mantan kekasihnya yang bernama Rulin Rahayu.

Suami Rulin Rahayu yang bernama Bambang Irawan menyebutkan jika ia emosi lantaran istrinya masih membayar kredit kepada Bangkit. Mobil tersebut dibeli Rulin dan Bangkit pada 2015-2017.

Kronologi kejadian ini, Senin (14/10/2019) sekitar pukul 13:00 WIB, Rulin masih mengetahui korban di sekitara Dealer Suzuki UMN jl. Ahmad Yani, Surabaya. Rulin menghubungi Bambang. Rulin mengajak korban untuk mengobrol, namun tidak lama lantaran si korban hendak pulang. Namun Rulin meminta bantuan petugas keamanan supaya korban tidak pulang.

Baca juga: Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa SMK di Malang: Saya Khilaf

Nah sekitar pukul 16:30, Bambang datang bersama dengan empat temannya, Bayu, Alank, Imron, dan Rizlaldi. Bambang meminta korban masuk ke dalam mobil. Dan terjadi adu mulut sampai Bangkit tidak mau masuk mobil. Akhirnya korban masuk mobil meski dipaksa tapi berhasil keluar. Korban yang keluar diteriaki maling oleh para pelaku dan ditangkap dan dipukuli massa.

Setelah ditarik msuk ke dalam mobil, korban kembali dianiaya sampia sekitaran pukul 21:00 WIB. Di Jembatan Cangar, Batu pelaku mearik korban, di jembatan itu Bangkit masih terus dianiaya. Setelah meninggal, para pelaku membuang jasad dalam kondisi tangan terikat ke sungai di bawah jembatan. Rabu (16/10/2019) jasad korban ditemukan oleh warga.

Banyak luka di tubuh korban. Sebelumnya memang pada 15 Oktober, istri Bangkit melaporkan suaminya diculik. Polisi akhirnya menangkap empat pekaku, sementara dua lainnya masih buron. Pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 328 KUHP dan atau Pasal 170 Ayat (2) butir 3 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau mati.