Kasihan! Gara-gara Beda Pilihan Kades, Hajatan Seorang Warga Diboikot sampai Tak Ada yang Datang


SURATKABAR.ID – Perbedaan pendapat merupakan hal yang sangat wajar di negara demokrasi seperti halnya Indonesia. Namun bagaimana jadinya jika lantaran perbedaan pilihan calon kepala desa, ia malah dikucilkan?

Kejadian ini terjadi Sragen, Jawa Tengah. Ada seorang warga bernama Suhartini (50), tinggal di RT 013 Desa Jetak, Kelurahan Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah yang harus menerima hukuman dari permilihan kepada desa yang digelar pada bulan September yang lalu. Warga di sekitar tempat tinggalnya, tidak ada yang mau datang membantu acara hajatan yang digelarnya pada Rabu (16/10/2019).

Tini, sapaan akrabnya menyebutkan jika ia mengadakan pesta pernikahan untuk anaknya. Namun saat hari H, tidak ada warga yang mau datang membantu. Sontak saja hal tersebut membuat Tini kaget bukan main. Tini dituduh berbeda pilihan dalam pilkades.

Baca juga: Tuntut Dikeluarkannya Perpu KPK, Ketua BEM UGM: Kalo Presiden Gak Bisa Biar Awkarin Aja

Ternyata kejadian tidak kali ini saja. Sebelumnya, Tini pernah datang ke Ketua RT setempat untuk minta pembagian kerja. Tapi ketua RT menyebutkan jika pembagian kerja bukan dirinya yang mengatur. Ketua RT malah menyarankannya untuk menemui Karang Taruna. Meskipun telah menemui Karang Taruna, Tini merasa dipermainkan, ia memilih untuk pulang.

Tingkah warga setempat makin aneh saja saat Tini mengundang mereka untuk rapat persiapan pesta pernikahan anaknya. Banyak masyarakat yang tidak datang. Dan banyak di jalan warga yang diteriaki tidak boleh datang ke rumah Tini. Padahal menurut Siti, anak Tini, ibunya selama ini telah melaksanakan tugas sebagai warga yang baik, seperti ikut arisan dan juga gotong-royong.

Meski  banyak warga yang tidak datang, hajatan Tini tetap lancar. Hari esoknya Tini mencoba memberi nasi sebagai tanda terima kasih dan silaturahmi. Ada yang menolak namun ada pula yang menerima. Namun diambil oleh oknum tertentu dan dikembalikan.

Terkait dengan hal tersebut, Iwan Budiyanto selaku Kasi Pemerintahan Pj Kades Hadiluwih menyebutkan jika bermasalahannya sudah diselesaikan secara baik-baik dengan ketua RT setempat. Menurutnya, ada miskomunikasi atas beda pilihan dalam pilkades. Sudah sama-sama ditemukan solusinya, saling memaafkan. Ke depannya diharapkan tetap rukun seperti dahulu kala.