Tonton Film Joker, Psikiater di Tangerang Ini Merasa Sangat Kecewa


SURATKABAR.ID – Rilis sejak awal Oktober yang lalu, film Joker masih menjadi topik banyak orang. Pasalnya, jalan cerita penuh kontroversi di dalamnya menjadi perbincangan yang seru banyak orang. Bahkan trending di berbagai media sosial, mulai dari Instagram, Twitter, sampai dengan yang lainnya.

Andri, seorang dokter spesialis kesehatan jiwa di Rumah Sakit Omni Sutera, Tangerang membuktikan sendiri dan menonton film tersebut. Dan pasca menonton film itu, ia setuju dengan kontroversi yang terdapat di dalamnya. Khususnya peran Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck, psikiater ini merasa begitu kecewa.

Bagaimana tidak, dalam film ini, Andri menyebutkan jika telah kesekian kalinya film luar negeri menggambarkan pasien rumah sakit jiwa sebagai sosok yang negatif. Salah satu buktinya, menurut Andri yang menulis di blog pribadinya Psikosomatik.net pada 13 Oktober, ada adegan kala Fleck datang ke Rumah Sakit Jiwa, tempat ibunya dirawat dulu, ia bertanya kemungkinan jika pasien rumah sakit jiwa menjadi orang jahat.

Baca juga: Jadi Trending Topic di Twitter, Benarkah Pak Bagyo Merupakan Mantan Intel Alih Profesi Jadi…

“Seolah-olah ingin menegaskan kembali bahwa orang dengan gangguan jiwa berat biasa melakukan kejahatan,” katanya, dilansir dari Tempo.com

Menurutnya, hal tersebut tidak benar dan begitu melenceng. Dalam kasus Fleck, Andri menyebutkan jika kemungkinan besar sosok tersebut tengah mengalami yang namanya skizofrenia. Banyak orang yang setelah menonton film Joker, menyimpulkan semua pasien skizofrenia pasti jahat. Padahal tidak sepeti itu.

Penyakit skizofrenia ini ditandai dengan perilaku kekerasan. Dan ini sudah dibuktikan dengan adanya penelitian. Malahan, skizofrenia rentan menjadi korban kekerasan, sampai 14 kali lipat.

Karena hal itulah, Andri menyimpulkan jika film ini akan memberikan citra buruk mengenai pasien gangguan jiwa.