Suami Meninggal Sebelum Terima Gelar, Tangis Wanita Ini Pecah saat Menggantikannya Maju ke Podium


SURATKABAR.ID – Sebagai seorang mahasiswa, mendapatkan gelar akademik merupakan hal yang begitu ditunggu-tunggu. Banyak hal yang dikorbankan, mulai dari uang, kebersamaan dengan keluarga, dan masih banyak lagi yang lainnya. Gelar akademik diterima dan akan menjadi pertanda jika perjuangan yang selama ini dilakukan mendapatkan hasil.

Tetapi sayangnya tidak semua orang bisa menerima sendiri gelar akademik yang diperjuangkannya. Ada seorang pria asal Malaysia bernama Syed Shafuddin Syed Abidin yang tidak bisa menghadiri acara pemberian gelar akademik lantaran sudah terlebih dahulu dipanggil Yang Maha Kuasa.

Ia merupakan mahasiswa yang mendapatkan gelar Magister di Mara University of Technology (UiTM). Ia merupakan mahasiswa di jurusan Komunikasi Massa.

Baca juga: Rumah Dijual Mertua, Keluarga Ini Hidup di Gubuk Berdinding Seng dan Anak Putus Sekolah

Karena hal itulah, penerimaan gelar tersebut digantikan oleh sang istri, yakni Nor Aziah Yahaya. Ia maju ke podium dan menerima gelar tersebut. Namun saat maju ke podium, tangisnya pecah. Gambar almarhum yang ditampilkan di layar membuat banyak orang turut berbela sungkawa. Seseorang juga menyebutkan jika saat maju ke podium, pihak universitas juga menghentikan suara gamelang.

Cara tersebut merupakan penghormatan terakhir yang diberikan kepada mendiang suami Nor Aziah Yahaya.

“Hanya ingin mengutip hari obrolan ada seorang wanita di atas panggung yang tidak mengenakan jubah dan ansambel musik berhenti. Rupanya dia akan mengambil (gelar) untuk suaminya yang meninggal Januari 2019 karena kanker limfoma kita membaca al Fatihah sebelum dia mengambilnya,” tulis akun @thesendulife.

Cuitan tersebut kemudian viral di media sosial, dan mendapatkan retweet lebih dari 13 ribu banyaknya. Dilansir dari mStar, Nor Aziah mengungkapkan perasaanya saat menghadiri acara tersebut. Ternyata awalnya ia sempat ragu lantaran takut tidak bisa mengontrol perasaanya.

Baca juga: Diserang dan Disebut Pelakor Keluarga Raffi dan Gigi, Begini Tanggapan Gamblang Angela Lee

Awalnya juga, ia berencana menunjuk putranya yang berusia 12 tahun untuk maju ke podium. Namun pihak universitas hanya mengijikan mereka yang telah berusia 18 tahun ke atas. Ia juga sempat tidak mau menghadiri acara tersebut, namun kemudian berubah pikiran setelah mengingat semua kerja keras dan pengabdian sang suami guna menyelesaikan gelarnya.

Syed Sahfuddin meninggal pada 12 Januari 2019, setelah 4 hari didiagnosis kena kanker limforma stadium 4. Ia tidak pernah tahu terkena kanker meski sering melakukan pemeriksaan ke rumah sakit sebelumnya.