Inilah Fakta-fakta Lengkap Tiga Anggota TNI Dicopot dan Ditahan Karena Hujat Wiranto di Medsos


    SURATKABAR.ID – Beberapa waktu belakangan ini ada tiga anggota TNI yang dicopot dari jabatannya. Pasalnya, para istri ini mengunggah postingan di media sosial bernada hujatan terkait insiden Menko Polhukam Wiranto saat di Pandeglang, Banten.

    Anggota TNI ini adalah Peltu YNS, anggota POMAU Lanud Muljono Surabaya, Komandan Distrik Militer Kendari, Kolonel HS dan Sersan Dua Z. Sementara itu nama-nama istrinya adalah FS, IPDL, dan LZ yang juga dilaporkan oleh pihak yang berwajib lantaran dianggap melanggar UU No. 19, Tahun 2016, tentang ITE.

    Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menyebutkan jika Kolonel HS dan Serda Z mendapatkan sanksi atas ulah yang dilakukan istri-istri mereka. Tidak hanya dicopot, Kolonel HS dan Sersan Dua Z juga ditambah masa penahanannya selama 14 hari.

    Baca juga: Gara-gara Ulah Istri Hujat Wiranto di Medsos, Anggota TNI Surabaya Ini Dicopot dan Ditahan

    Bukan tanpa alasan, sanksi atas pencopotan ini disesuaikan dengan Undang-Undang No. 25 tahun 2014 yakni mengenai disiplin militer. Andika menambahkan jika unggahan istri Kolonel HS yang berinisial IPDL dan juga Sersan Dua Z berinisial LZ, dinilai begitu tidak pantas. Pihak TNI juga melapokan istri prajurit YNI itu terkait pelanggaran UU ITE.

    “Dua individu ini kami duga melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Akan kami dorong prosesnya ke peradilan umum,” ujar Andika, dilansir dari Kompas.com

    Pihak TNI Au melalui tni.au.mil.id menjelaskan jika postingan dari FS berisi doa-doa yang tak pantas, dianggap melanggar kode etik. Di dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan Keluarga Besar Tentara (KBT) harus netral. KBT dilarang berkomentar termasuk di media sosial.