Gara-gara Ulah Istri Hujat Wiranto di Medsos, Anggota TNI Surabaya Ini Dicopot dan Ditahan


SURATKABAR.ID – Jumat (12/10/2019), seorang anggota POMAU Lanud Muljono, Surabaya bernama Peltu YNS mendapatkan teguran yang sangat keras lantaran ulah istrinya. Ia dicopot dari jabatannya dan ditahan karena dianggap melanggar UU No. 25 Tahun 2014, tentang Hukum Disiplin Militer.

Penyebabnya tidak lain adalah sang istri Peltu YNS berinisial FS memposting pesan di media sosial dengan nama hujatan kepada MenkoPolhukam, Wiranto yang baru saja diserang.

Bahkan, situs resmi dari TNU AU yakni tni.au.mil.id, juga menampilkan postingan istri Peltu YNS yang berisi doa yang sangat tidak pantas kepada Wiranto, terkait insiden penusukan di Pandeglang, Banten.

Baca juga: Jelang Sidang MK, Wiranto Berusaha Cegah Mobilisasi Massa ke Jakarta

“Dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara,” demikian situs TNI AU memberikan argument, dilansir Suratkabar.id dari Kompas.com

Mereka KBT yang melanggar akan mendapatkan saksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Kasusnya di sini FS dianggap menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan juga simbol negara dengan unggahannya di media sosial tersebut.

Peltu YNS mendapatkan teguran keras dan dicopot dari jabatannya, serta ditahan dalam rangka penyelidikan oleh Pomau lantaran melanggar UU No. 25, Tahun 204 tentang Hukum Disiplin Militer. Sementara sang istri dilaporka ke Polres Sidoarjo dangan tuduhan melangggar UU No. 19, Tahun 2016 yang merupakan perubahan atas UU no. 11, Tahun 2008 mentenai ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dengan pasal penyebaran kebencian dan berita bohong.

Tidak hanya ini saja kasus TNI dicopot lantaran menghujat Wiranto, ada anggota lainnya juga. Yakni Komandan Distrik Militer Kendari Kolonel HS dan Sersan dua Z.