Kisah Mengharukan Polisi di Jogja Bayari Denda Kakek Pelanggar, Alasannya Bikin Air Mata Berlinang


SURATKABAR.ID – Ada sebuah kisah viral yang cukup menguras air mata saking harunya. Seorang polisi d Jogja malah membayari pengendara motor yang pajaknya habis. Hal tersebut pertama kali diunggah oleh pengguna akun Twitter @ranggavega. Ia kala itu menjadi saksi kejadiannya yang juga sedang menunggu surat tilang.

“Saya baru ngalami peristiwa pahit ditilang pak polisi. Tapi peristiwa ini juga membuka mataku kalau masih banyak polisi baik di negara ini,” katanya membuka utasan.

“Si mbah ini ditilang karena pajak motornya mati cukup lama. Terlihat jelas dari pelatnya. Mbah ini ndredeg (gemetar) saat masuk pos polisi, sandal dilepas, sopan,”

Baca juga: Tak Menyangka Dirinya Hamil, Wanita Ini Tuntut Kurir Rp 59 Juta Karena Telat Antarkan…

Pemotor lanjut usia itu pajaknya memang habis dan terlihat pasrah dan mengaku tidak mengerti apa yang harus diperbuatnya. Dengan cukup hati-hati, polisi tersebut menyebutjan ia hanya menjalankan tugasnya dan mencoba membantu pemotor lansia tersebut.

“‘Saya menjalankan tugas ya, mbah. Anda bawa uang tidak?’ si mbah buka dompet, kosong dan menyerahkan KTP,”

Melihat hal tersebut, pak polisi selajutnya menyebukan jika ia yang akan membayari denda tilang pemotor lansia tersebut.

“‘Saya yang tilang, Saya yang bayar’ Saya nggak tega, Saya bilang mau urun, sekalian yang bayarkan di bank,” jelas @ranggavega.

Baca juga: Awalnya Tak Mau Datang, Kakek 87 Tahun Ini Akhirnya Mau Datang ke Wisudanya

Unggahan tersebut mendapatkan banyak komentar dari warganet. Tak sedikit pula yang mengaku ada pengalaman mendapatkan polisi yang baik hati pula.

“Soal polisi baik, bapakku pas umur 70an tahun masih nyetir, dihentikan polisi, Aku lupa soal apa. Dicek SIM-nya, lihat umurnya dan mereka (polisi) mengingatkan supaya hati-hati di jalan, besok-besok, anaknya saja yang nyetir. Dan itu diucapkan dengan sangat sopan,” kata @endangwiganti.

Masih banyak polisi baik di luar sana ya. Mungkin ada oknum-oknum yang membuat nama polisi rusak, namun masih banyak yang memiliki hati nurani. Contohnya seperti kisah ini, bukan?