3 Video Penampakan UFO Diakui Keasliannya, Para Pilot AL Berbagi Kesaksian


SURATKABAR.ID – Penampakan benda aneh di langit yang tak teridentifikasi selalu sukses bikin gempar masyarakat. Sampai para pilot Amerika Serikat pun ikut angkat suara mengakui video tentang obyek yang bergerak dalam kecepatan yang tak mungkin dicapai teknologi apa pun.

Dilansir dari laman Detik.com, pada Kamis (19/9/2019), ada tiga rekaman penampakan UFO, unidentified flying object, yang diakui oleh Angkatan Laut AS tak teridentifikasi. Video tersebut diambil oleh pesawat AL AS pada 2004 dan 2005.

Bagaimana kesaksian para pilot yang mengaku menyaksikan penampakan UFO yang terekam dalam video tersebut? Pada 2017, New York Times mewawancarai David Fravor, mantan komandan di AL AS, mengenai penampakan benda misterius tersebut.

Tahun 2004, ia melihat benda berbentuk oval dengan panjang sekitar 12 meter di angkasa ketika mengendalikan jet Super Hornet. Ia menggambarkan bentuk obyek asing tersebut menyerupai butiran permen Tic Tac.

Baca Juga: Heboh Penampakan Benda Raksasa Menggeliat di Langit, Dikabarkan Terlihat di Banyak Negara

Fravor kemudian menyatakan dirinya menyaksikan obyek kedua yang memiliki ukuran seperti pesawat Boeing 737. Nah, benda asing berbentuk permen Tic Tac tersebut melayang di atas benda yang ukurannya lebih besar itu.

Saksi berikutnya ada Letnan Ryan Graves yang juga merupakan pilot Super Hornet. Ia mengatakan menyaksikan obyek berbentuk seperti bola pada tahun 2004 dan 2015. Beragam bentuk penampakan tersebut bisa saja merupakan obyek yang berlainan atau sama, ketika dilihat dari perspektif berbeda.

Obyek-obyek tersebut disaksikan dengan mata kepala para pilot itu sendiri. Selain itu, operator radar kapal USS Princeton yang saat itu kebetulan berada di dekat lokasi ikut mendeteksinya selama beberapa pekan menggunakan radar jenis SPY-1.

Penampakan ini direkam dalam tiga video yang selanjutnya diberi nama ‘FLIR1’, ‘Gimbal’, dan ‘GoFast’. Rekaman tersebut diambil dengan perangkat AN/ASq-228 Advanced Targeting Forward-Looking Infrared (ATFLIR).

Saksi mata mengatakan, manuver yang saat itu dilakukan UFO tersebut sangat mustahil dilakukan oleh pesawat dengan teknologi yang ada sekarang ini, secanggih apa pun itu. Menurut Fravor, operator radar USS Princeton bahkan sampai keheranan mendapati apa yang ia lihat tersebut.

“Mendadak muncul di ketinggian 80 ribu kaki dan kemudian menuju ke lautan, akhirnya berhenti di 20 ribu kaku dan melayang-layang. Mereka lalu keluar dari jangkauan radar atau muncul lagi di atas,” ungkap Fravor.

Benda tersebut dapat berakselerasi, melambat, kemudian menembus kecepatan supersonik. Satu fakta mengejutkan lagi, bahan bakar obyek tersebut seolah-olah tak pernah habis.

“Benda itu akan selalu di luar sana sepanjang hari. Menjaga pesawat tetap di udara mensyaratkan jumlah signifikan energi. Dengan kecepatan yang kami observasi, ia 11 jam lebih lama (di udara) dari yang kami prediksi,” tukas Graves.

Masih menurut para pilot, masih ada serombongan benda tak dikenal lainnya yang terlihat dari kejauhan, namun tak ikut terekam. Sayangnya, mereka tak dapat membuktikan penampakan UFO tersebut benar merupakan pesawat alien.

AL AS sendiri memilih menggunakan UAP, unidentified aerial phenomena, atau fenomena udara tak terindentifikasi, untuk menyebut obyek-obyek asing tersebut. Ada beberapa kemungkinan terkait benda-benda tersebut. Mulai dari burung, drone, hasil malfungsi perangkat pendeteksi atau yang lainnya.