Hati-Hati! Sering Terjadi di Pagi Hari, Ini Tanda Serangan Jantung yang Perlu Anda Ketahui


SURATKABAR.ID – Serangan jantung menjadi salah satu penyakit paling ditakuti. Dan ada berbagai macam faktor yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Mulai dari riwayat keluarga, kolesterol atau tingginya kadar trigliserida, usia, merokok, tekanan darah tinggi, hingga kurang aktivitas fisik.

Namun tanpa disangka, ritme sirkadian tubuh alias jam biologis tubuh ternyata memiliki peran dan memuat kita rentan terkena serangan jantung di jam-jam tertentu.

Kepala Makati Medical Center’s Cardiac Rehabilitation and PreventionCardiology Unit Dr Adolfo Bellosillo mengatakan, risiko seseorang terkena serangan jantung cenderung lebih tinggi ketika bangun pagi, sekitar jam 6 hingga jam 12 siang.

“Serangan jantung dan semua kegawatdaruratan kardiovaskular termasuk kematian mendadak akibat penyakit jantung dan stroke, banyak terjadi di pagi hari, terutama tepat saat bangun tidur,” jelasnya, dikutip Detik.com, Kamis (19/9/2019), dari Business Inquiries.

Dr Bellosillo mengungkapkan, ada alasan di balik serangan jantung di pagi hari, yakni fakta bahwa tubuh kita membutuhkan suplai oksigen yang lebih banyak untuk menyokong sejumlah fungsi tubuh yang aktif setelah bangun tidur.

Baca Juga: Waspadai Sedini Mungkin 5 Peringatan Sebelum Serangan Jantung Datang, Nomor 3 Sering Diabaikan

Ketika bangun tidur dan memulai aktivitas harian, ia menjelaskan, tekanan darah sostolik dan denyut jantung akan menunjukkan lonjakan pada jam-jam awal di pagi hari. Kemampuan pembuluh darah untuk melebar sebagai respons dari meningkatnya aliran darah pun terganggu.

Pada kondisi tersebut, besar kemungkinan gumpalan darah akan terbentuk dan akan sulit dipecahkan.

Oleh karena itu sangat penting untuk mengenali gejalanya, meski serangan jantung memang tidak mudah dideteksi. Namun ada tanda-tanda khas yang dapat Anda kenali.

Bila tanda ini muncul, maka pasien sebaiknya secepatnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis dengan segera.

“Tanda yang khas ini misal rasa sakit di dada seperti diremas, ditimpa, atau ditekan. Rasa sakit ini kadang menjalar hingga lengan kiri sehingga muncul sensasi kebas, punggung dan rahang terasa kaku, dan keringat yang sampai membasahi tubuh pasien.

“Namun tidaka semua serangan jantung merasakan tanda khas ini,” ungkap dokter ahli jantung dr Vito A Damay, SpJP (K), MKes, FIHA, FICA, beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, pasien serangan jantung juga kerap merasakan tanda lain, seperti sesak napas dan sakit yang terasa di ulu hati. Dan ia kembali menegaskan, tak semua sakit di dada menjadi indikasi serangan jantung.

Sakit dada pada serangan jantung memiliki sifat yang khas. Sensasi ini masih dirasakan pasien meski ia telah mengubah posisi atau gerakannya. Jika sensasi sakit hilang dengan mengganti kedudukan, hal tersebut mungkin disebabkan karena masalah pada otot, bukan serangan jantung.

Namun terlepas dari penyebabnya, dr Vito menyarankan kepada mereka yang mengalami tanda-tanda tersebut di atas untuk segera berkonsultasi ke dokter. Dengan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti Elektrokardiogram (EKG) serta penanganan secepatnya dapat mengantisipasi risiko terburuk.

Ada salah satu upaya untuk mencegah terjadinya serangan jantung yang dapat Anda lakukan, yakni dengan menambah aktivitas fisik. Dengan rutin berolahraga terbukti akan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.