Mengulik Fakta Perselingkuhan yang Dikatakan Bisa Menguatkan Hubungan


SURATKABAR.ID – Selama ini perselingkuhan dianggap sebagai faktor nomor satu perusak hubungan. Namun seorang terapis seksjustru mematahkan pendapat tersebut dengan mengatakan bahwa perselingkuhan dapat menguatkan hubungan.

Dilansir Suara.com dari Daily Star, Sabtu (7/9/2019), terapis seksasal Australia bernama Matty Silver sangat mempercayai bahwa selingkuh justru dapat “menyelamatkan pernikahan, bahkan membuat hubungan lebih kuat”.

“Mulai memahami perselingkuhan dan bagaimana hal itu terjadi dapat membantu memberikan kejelasan dan memberikan jawaban atas banyak pertanyaan yang mungkin dirasakan pasangan belum terjawab,” jelas Matty Silver.

Matty Silver menilai, perselingkuhan dapat menyibak akar permasalahan yang dialami oleh pasangan sehingga mereka dapat mencari solusinya untuk memperbaiki itu semua.

Baca Juga: Waspadai Micro-Cheating, Selingkuh Virtual yang Sedang Marak Terjadi

“Ini bukan tentang menyalahkan, tetapi waktu untuk mendekonstruksi perselingkuhan dan mencari tahu di mana akar perselingkuhan dimulai sehingga mereka dapat membuat keputusan tentang bagaimana hubungan mereka dapat maju,” jelasnya kemudian.

Penulis Sex Down Under tersebut juga mempercayai bahwa di masa lalu ada stigma soal perselingkuhan di Australia. Ia mengatakan dulu perceraian merupakan sesuatu yang tabu, sama halnya dengan perselingkuhan.

Pada masa lalu, masyarakat Australia mengenal sikap yang sedikit tidak mengenal pengampunan terhadap mereka yang terbukti berselingkuh. Hal tersebut kemudian yang diyakini menjadi faktor perusak dan malah mendorong pasangan untuk berpisah dan mengorbankan anak-anak.

“Ada sikap yang agak tak kenal ampun terhadap perselingkuhan di Australia, yang saya yakini merusak dan mendorong pasangan untuk bercerai dan anak-anaknya menderita,” imbuh Matty Silver lebih lanjut.

Namun sebaliknya, seperti dijelaskan Matty Silver, bahwa di beberapa negara Eropa lebih memiliki sikap terbuka dengan menerima permasalahan tersebut. Hal ini tentu memiliki dampak rendahnya tingkat perceraian.

Nah, bagaimana, menurut Anda tentang pendapat Matty Silver di atas?