Bertabur Unsur Kekerasan, Tayangan Animasi SpongeBob SquarePants Dapat Sanksi Tegas dari KPI


SURATKABAR.ID – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melayangkan teguran tertulis kepada 14 program yang disiarkan televisi dan juga radio pada Kamis (5/9) lalu. Salah satunya adalah ‘Big Movie Family: The SpongeBob SquarePants Movie’ yang ditayangkan di GTV pada 6 Agustus lalu.

Wakil Ketua KPI Pusat Mulyo Hadi Purnomo, seperti dilansir dari Kompas.com pada Minggu (15/9/2019), mengatakan, ada beberapa adegan dalam tayangan animasi SpongeBob SquarePants tersebut yang diiklaim mengandung unsur kekerasan.

“Selain itu ditemukan pula pada 22 Agustus 2019 mulai pukul 15.06 terdapat adegan melempar kue tart ke muka dan memukul menggunakan kayu,” kata Mulyo Hadi Purnomo ketika dimintai konfirmasi, pada Minggu (15/9).

KPI menilai, program tersebut telah melanggar aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) KPI Tahun 2012.

Lebih rinci, Mulyo menjelaskan, adegan-adegan tersebut terbukti melanggar P3 Pasal 14 Ayat 2 yang berkaitan dengan perlindungan kepada anak. Selain itu juga Pasal 21 Ayat 1 tentang penggolongan program siaran.

Baca Juga: Nyeleneh, Mahasiswa Pekanbaru Ini Bikin Skripsi tentang Spongebob

Tayangan tersebut juga dikatakan Mulyo, melanggar SPS Pasal 15 Ayat 1 terkait dengan perlindungan anak-anak dan remaja serta Pasal 37 Ayat 4 Huruf A tentang klasifikasi R.

Kepada penanggung jawab program, KPI telah memberikan sanksi berupa teguran. “Sesuai UU teguran tertulis karena baru sekali ditemukan pada program tersebut,” ujar Mulyo.

Tak hanya animasi SpongeBob SquarePants, KPI juga memberikan sanksi pada 13 program lainnya yang merupakan progeam siaran jurnalistik, yakni ‘Borgol’ GTV, ‘Ruqyah’ Trans 7, ‘Rahasia Hidup’ ANTV, ‘Rumah Uya’ Trans 7, dan ‘Obsesi’ GTV.

Selanjutnya ada promo film ‘Gundala’ TV One, ‘Ragam Perkara’ TV One, ‘DJ Sore’ Gen FM, ‘Heits Abis’ Trans 7, ‘Headline News’ Metro TV, ‘Centhini’ Trans TV, ‘Rumpi No Secret’ Trans TV, dan terakhir ada ‘Fitri’ ANTV.

KPI menemukan bermacam-macam jenis pelanggaran yang dilakukan oleh program-program tersebut. Mulai dari adanya muatan kekerasan, adegan kesurupan, adegan horor, pemanggilan arwah, hingga konflik pribadi.

Selain itu juga ditemukan adanya dialog dan gerakan-gerakan tak pantas, ungkapan kasar, penayangan identitas pelaku pelecehanseksual, adegan berbahaya, privasi, dan pelecehan terhadap status kelompok tertentu.

Juga ditemukan adegan kesurupan, penampakan menyeramkan, hingga proses pemanggilan arwah di luar jam tayang yang telah disesuaikan. Hal tersebut dinilai bertentangan dengan SPS terkait pelanggaran program supranatural, horor, dan mistik.