Antara Jokowi dan Janji-Janjinya untuk Papua


SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan 61 tokoh dari Papua dan Papua Barat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9) siang kemarin, menyusul sejumlah aksi yang berujung para kerusuhan di sejumlah wilayah di Papua pada Agustus lalu.

Seperti yang ditukil dari laman Kompas.com pada Rabu (11/9/2019), turut hadir pejabat daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan para mahasiswa dalam pertemuan yang membahas beberapa permintaan yang ditujukan masyarakat Papua kepada pemerintah pusat.

Adapun beberapa permintaan tersebut adalah, mulai dari pembangunan Istana Presiden di Papua, pemekaran wilayah Papua dan Papua Barat, hingga memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta perusahaan swasta untuk merekrut masyarakat Papua sebagai pegawai mereka.

Dan Jokowi berjanji akan memenuhi sejumlah permintaan tersebut.

Baca Juga: Soal Pelemahan KPK, Jokowi Dinilai Mirip SBY Karena Ogah Kotori Tangan

Janji Bangun Istana Presiden di Papua

Dari sekian janji yang disampaikan Presiden Jokowi, salah satunya adalah membangun Istana Kepresidenan di Jayapura, Papua. Rencananya, pembangunan tersebut akan dimulai pada tahun 2020, seperti diberitakan Kompas, Selasa (10/9).

Janji ini disampaikan Jokowi sebagai tanggapan atas permintaan yang disampaikan salah satu perwakilan tokoh Papua yang hadir yang sekaligus merupakan Ketua DPRD Jayapura, Abisai Rollo.

Menurut Abisai, dengan dibangunnya Istana Presiden di Papua, maka Presiden Jokowi bukan hanya sekadar berkunjung, melainkan juga dapat berkantor di Papua.

Kepada Jokowi, Abisai mengungkapkan, masalah ketersediaan lahan tidak perlu dipersoalkan. Selain itu, ia juga menyatakan bersedia menyumbangkan lahan seluas 10 hektar untuk lokasi Istana Presiden di Jayapura.

Mendengar hal tersebut, Jokowi yang dalam pertemuan itu duduk bersebelahan dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, langsung menyetujui permintaan tersebut.

“Ini saya bisik-bisik dulu dengan para menteri supaya keputusannya tidak keliru. Nanti saya ngomong iya, duitnya enggak ada. Ya jadi mulai tahun depan Istana dibangun,” ujar Jokowi yang langsung disambut riuh tepuk tangan para tokoh Papua yang hadir.

Pemekaran Wilayah Papua dan Papua Barat

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyanggupi akan memenuhi permintaan untuk melakukan pemekaran di sejumlah wilayah di Papua. Termasuk dengan sejumlah hal yang diminta para tokoh Papua yang menghadiri pertemuan tersebut.

“Terkait pemekaran, jangan banyak-banyak dulu. Tadi Bapak menyampaikan tambahan lima. Saya iya, tapi mungkin tidak lima dulu. Mungkin kalau enggak dua, tiga,” ujar Jokowi menanggapi permintaan pemekaran di 5 wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Ia mengatakan, perlu terlebih dahulu dilakukan kajian mendalam jika ingin melakukan pemekaran di suatu wilayah. Selain itu, juga ada undang-undang yang mengatur semua hal tersebut. “Ini kan perlu ada kajian. Karena UU-nya mendukung ke sana dan saya senang ada usulan itu dari bawah,” ujarnya.

Rekrut Warga Papua sebagai Pegawai BUMN dan Swasta

Janji lain yang diucapkan Jokowi dalam kesempatan tersebut adalah akan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta besar agar mau menerima warga Papua untuk menjadi pegawai mereka.

Jokowi menyebutkan ada sekitar 1.000 mahasiswa Papua yang baru lulus dan memiliki peluang besar untuk menjadi pegawai BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta besar.

“Untuk BUMN dan perusahaan swasta besar akan saya paksa. Karena kalau lewat prosedur sudah kelamaan. Jadi kewenangan saya, saya gunakan, agar bisa nerima yang baru lulus mahasiswa dari Tanah Papua,” tegas Jokowi.

“Sementara, saya siang hari ini saya menyampaikan 1.000 dulu lah,” imbuh Jokowi kemudian.

Pada pertemuan dengan para tokoh dari Papua dan Papua Barat tersebut, Jokowi juga berjanji akan melakukan kunjungan ke Papua dalam waktu dekat ini. Jika belum bisa dalam bulan September, ia berjanji akan datang pada Oktober mendatang.

Salah satu agenda dalam kunjungan tersebut, ungkap Jokowi, adalah untuk meresmikan Jembatan Holtekamp yang terletak di Jayapura. Selain itu, Jokowi juga akan mengecek proyek infrastruktur di Papua.