Ngamuk dan Gigit Polisi, Pelanggar Lalu Lintas Ini Tewas Diduga Dianiaya Oknum


SURATKABAR.ID – Seorang pelanggar lalu lintas, Zainal Abidin (29), dilaporkan meninggal dunia diduga akibat dianiaya oleh anggota Kepolisian Resor Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana menolak memberikan komentar terkait kabar tersebut.

Bahkan, seperti ditukil dari laman Suara.com pada Minggu (8/9/2019), Kabid Humas Polda NTB Kombes Purnama yang iktu mendampingi Kapolda NTB setelah sesi wawancara awal terkait kegiatan doa bersama untuk kedamaian masyarakat di Papua, terlihat berupaya menghalangi tugas wartawan.

“Tidak, ini, ini, ini masalah Papua saja. Kita manjatkan doa untuk Papua,” ujar Nana yang kemudian langsung mengakhiri wawancaranya dan bergegas pergi meninggalkan wartawan yang berkerumun di Senggigi, pada Sabtu (7/9) malam.

Menurut informasi yang dihimpun Suara.com dari Antara, jenazah Zainal Abidin telah dimakamkan oleh pihak keluarga di dekat tempat tinggalnya yang terletak di wilayah TUnjang Lauk, Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Baca Juga: Brutal! Puluhan Orang Aniaya Dokter Lansia Hingga Tewas Gara-Gara Ini

Namun dari status akun media sosial Facebook yang dibagikan oleh salah seorang warganet, disebutkan bahwa pihak keluarga sudah menerima sejumlah pelicin yang dikabarkan sejumlah Rp 32,5 juta dari pihak kepolisian untuk tutup mulut mengenai fakta sebenarnya.

Polisi itu tanggung jawab memberikan uang Rp 32.500.000, terus pihak keluarga sudah selesai dan tidak ada sebuah kata keberatan, kita tidak tahu nominal yang dikasih berapa atau berapa, apa benar segitu, atau?,” tulis warganet pada status di akun media sosial Facebook miliknya.

Sementara itu, diberitakan Tribunnews.com pada Selasa (10/9/2019), diketahui kronologi pemukulan Zaenal Abidin oleh oknum polisi.

Disebutkan, pada Kamis (5/9) malam, sekitar pukul 20.20 Wita lalu, Zaenal Abidin mengendarai sepeda motor melawan arus dan tak mengenakan helm. Ia memasuki pintu gerbang Kantor Satlantas. Setelah itu ia menanyakan terkait motornya yang ditahan polisi.

Namun tiba-tiba saja ia melayangkan pukulan ke arah anggota lantas hingga berujung pada perkelahian. Tak hanya memukul anggota polisi yang bertugas, Zaenal juga menggigit jari kanan petugas hingga berdarah.

Usai perkelahian, Zaenal dibawa ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk menjalani pemeriksaan. Akan tetapi, ketika akan dibawa, Zaenal tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri. Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana menegaskan pihaknya telah membentuk tim investigasi terkait kasus itu.

“Dalam hal ini kami sudah membentuk tim investigasi. Kalau anggota kami salah, anggota kami kemudian sampai melakukan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia akan kami tindak tegas. Akan kami tindak tegas,” tandas Nana, Senin (9/9).