Pernah Diciduk Satpol PP saat Ngamen, Gadis Ini Dapat Beasiswa dan Jadi Lulusan Terbaik di Fakultas Hukum Unair


SURATKABAR.ID – Kita tidak akan pernah tahu jalannya takdir hidup. Seperti halnya yang terjadi pada Noviana. Ia merupakan gadis yang berasal dari keluarga tak mampu yang pernah menjalani profesi sebagai seorang pengamen. Ia membantu keluarganya karena kedua orang tuanya sakit. Ayah Noviana mengalami kecelakaan kerja saat menjadi kuli bangunan.

Meskipun belum sembuh sepenuhnya, Sutrisno, ayah Novi bangkit untuk menjadi tukang becak. Namun malang, becaknya dicuri. Hal itulah yang membuat Novi nekat mengamen namun dengan syarat dari orang tuanya. Yakni pendidikan nomor 1, tak boleh ditinggalkan. Di sela-sela waktu mengamennya, Novi tetap mengedepankan pendidikan.

Novi yang kala itu berprofesi menjadi pengamen tak luput dari banyak cobaan. Salah satunya tertangkat oleh Satpol PP. Bahkan ia sempat ditahan di Lingkungan Pondosk Sosial Surabaya. Tapi keberuntungan sepertinya berada di pihak Novia. Gara-gara diciduk oleh Satpol PP, ia justru ditawari beasiswa untuk kuliah, kala itu oleh Wali Kota Surabaya.

Baca juga: Diomeli Karena Tak Ingat Hari Valentine, Pria Ini Berikan Hadiah Laut Senilai Rp1,4 Miliar…

Sang ayah juga diberi pekerjaan oleh Wali Kota Surabaya dengan sayarat Novi tak boleh mengamen lagi. Novi sudah tidak mengamen lagi dan memutuskan untuk kuliah di jalur undangan Fakultas Hukum Airlangga.

Ia bahkan mencari pekerjaan sampingan untuk membantu orangtuanya. Di semester 5, ia mendapatkan beasiswa dari perusahaan Chaeron Pokphand Indonesia.

Novi sekarang menjadi lulusan terbaik dengan predikat Cumlaude, dengan IPK sebesar 3,94. Pasca lulus, Novi sekarang bekerja di kantor advokat dan ke depannya ia ingin melanjutkan pendidikan S2-nya demi meraih cita-cita menjadi seorang hakim.