Apes! Kabur dari Kejaran Warga, Dua Pelaku Begal Ini Malah Masuk Markas TNI


SURATKABAR.ID – Niatnya kabur setelah sukses melakukan aksi pembegalan, dua pelaku malah masuk ke ‘lubang buaya’. Alih-alih mencari tempat persembunyian yang aman, keduanya justru memasuki Markas TNI Pusdikhub, di Kota Cimahi.

Mereka, seperti yang ditukil dari laman Sindonews.com pada Senin (9/9/2019), diketahui bernama Deri Kustiawan alias Udon (25), warga Kota Cimahi, dan Febrian Elly alias Ambon (30), warga Kabupaten Bandung Barag (KBB).

Aksi keduanya dilaporkan terjadi pada Sabtu (7/9) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Pada waktu itu, mereka merampas ponsel milik seorang warga yang melintasi depan Gereja Santo Ignatius, Baros, Kota Cimahi.

Tertangkap karena salah memilih tempat kabur, keduanya pun mengalami luka babak belur akibat pukulan warga yang emosi sebelum akhirnya diserahkan ke pihak yang berwajib.

Baca Juga: Kocak! Pengakuan Begal Sadis Dapat Sial Gara-Gara Tas Berisi Celana Dalam Bekas Menstruasi dan Kondom

“Mereka melakukan perampasan HP, tapi tertangkap oleh masyarakat dan dibantu rekan-rekan TNI yang sedang bertugas,” ungkap Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Yohanes Redhoi Sigiro, ketika dimintai konfirmasi terkait kasus tersebut, pada Minggu (8/9) lalu.

Ketika beraksi, pelaku memepet korban yang asyik memainkan ponselnya sembari mengendarai sepeda motor. Melihat kesempatan, pelaku mengancam dan langsung menendang motor yang dikendarai korban.

Begitu korban terjatuh, pelaku pun bergegas merebut ponsel milik korban dan segera melarikan diri. Korban yang terjatuh lantas berteriak minta tolong. Teriakan minta tolong korban didengar oleh warga yang saat itu berada tak jauh dari lokasi.

Warga pun mengejar pelaku yang melarikan diri dan masuk menggunakan motor ke kantin Pusdikhub TNI AD. Teriakan warga didengar aparat TNI yang saat itu sedang berjaga. Mereka pun melakukan pengejaran dan berhasil meringkus pelaku.

Dari tangan kedua pelaku diamankan satu unit sepeda motor yang mereka gunakan ketika beraksi dan sebuah ponsel hasil rampasan.

Pada kasus ini, Yohanes mengapresiasi tindakan masyarakat dan rekan-rekan TNI yang bekerja sama membantu memerangi tindak kejahatan di wilayah hukum Kota Cimahi.

Kejadian itu sendiri sebenarnya berawal karena korban bermain HP ketika mengendarai motor. Oleh karena itu ia mengimbau kepada seluruh masyarakat ahar tidak menggunakan ponsel sembari berkendara. Pasalnya hal itu dapat memancing pelaku kejahatan.

“Kedua pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Cimahi dan akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian Disertasi Kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tutur Yohanes.