Kontroversi Pernyataan UAS yang Sebut Penonton Drama Korea Bagian dari Kafir


SURATKABAR.ID – Belum lama ini warganet kembali digegerkan dengan ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah video. Gara-gara pernyataan yang ia berikan, video yang telah lama diunggah tersebut pun mendadak trending di media sosial.

Video berdurasi 1 menit 46 detik tersebut, seperti ditukil dari laman Detik.com, pada Senin (9/9/2019), berisi ceramah UAS yang menyebutkan bahwa para penggemar dan penonton drama Korea merupakan bagian dari kafir.

Awalnya, UAS membacakan sebuah pertanyaan yang telah sampai kepadanya. “Apa hukumnya menggemari, menyukai film Korea?”

Menanggapi pertanyaan yang masuk tersebut, UAS pun memberikan jawaban tegas. “Jangan suka kepada orang kafir, siapa yang suka kepada orang kafir, maka dia bagian dari kafir itu. Condong hatinya pada orang kafir.”

Baca Juga: Tak Disangka! Dijadikan Mahar Pernikahan, Seperti Ini Respon Ustaz Abdul Somad?

UAS kemudian memberikan saran tentang beberapa tontonan yang dapat dinikmati masyarakat di YouTube. Ia mengatakan, bagi para pria sebaiknya menikmati qori, sementara yang wanita bisa menonton qoriah.

Tontonan-tontonan ini, menurut UAS, dapat membantu mengurangi kecanduan seseorang yang gemar menyaksikan drama Korea.

“Jangan lagi ditonton itu sinetron-sinetron Korea-Korea, rusak. Nanti pas sakaratul maut, datang dia ramai-ramai. Apa yang sering kita dengar, apa yang sering kita tengok, akan datang saat sakaratul maut,” ujar Ustaz Abdul Somad.

Mendengar pernyataan tersebut, netizen pun geger. Pro dan kontra tak dapat dihindari.

Seperti yang dilansir dari Jitunews.com, Minggu (8/9/2019), Ustaz Abdul Somad (UAS), melalui ceramahnya menyoroti demam K-Pop di Indonesia yang begitu menjamur dan menjamah generasi muda di Indonesia. Terkait hal itu, ia mengungkap hukumnya menikmati K-Pop, mulai dari musik, hingga drama.

Para netizen memberikan tanggapan yang beragam mengenai isi ceramah UAS.

Dan hanya penonton dan penikmat tarian perut Arab yang syariah,” komentar Kampret Insyaf.

Ini tanda kalau kepopulerannya akan mulai redup, masanya sudah mulai berlalu dan akan dilupakan orang. Makanya dia buat sensasi-sensasi agar dia akan selalu diingat walaupun cuma sebuah cibiran. Semangat terus Ustadz, supaya ente tetap eksis dengan kebodohan yang ente lakukan,” tulis Lambe Nyinyir.

Hahaha, asal ngomong tanpa pikir karena merasa paling benar. Sangat lucu tapi bebal,” celetuk pemilik akun Marenjen Samosir.