Wow! India Sudah Mau Mengukir Sejarah Baru dengan Mendarat di Bulan, Kepala LAPAN Beri Komentar


SURATKABAR.ID – Sejarah baru sudah terukir dalam pencapaian teknologi antariksa India. Negara ini sukses meluncurkan misi Chandrayaan-2 ke antariksa dari stasiun angkasa Shirakota pada Juli 2019 lalu. Chandrayaan-2 sendiri merupakan misi ambisius India mendaratkan kendaraan rover di Bulan.

“India itu komitmen untuk teknologi antariksanya luar biasa. Visi keantariksaan India salah satunya adalah membangun kebanggaan nasional,” puji Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, dikutip dari Detik.com pada Jumat (6/9/2019).

Thomas menyebutkan, dari segi anggaran, India memang sangat jor-joran dalam bidang ini. Bahkan dikatakan, India menyebut anggaran mereka untuk bidang ini hampir tidak terbatas.

“Karena keantariksaan itu dianggap sebagai pengungkit untuk sektor-sektor yang lain. Dan mereka kemajuannya luar biasa. Saat ini selain sudah punya program ke Bulan, mereka juga merencanakan program ke Mars,” ujar Thomas lebih lanjut.

Baca Juga: Benarkah NASA Hancurkan Bukti Kehidupan di Planet Mars 40 Tahun Silam?

Menyaksikan pencapaian India, apalagi jika tak lama lagi mereka sukses mendarat di Bulan, Indonesia yang saat ini baru bisa menonton mungkin iri. Terlebih India dan Indonesia disebut memiliki beberapa kemiripan, tak hanya dari segi budaya, namun pasar teknologi dan kemampuan mengembangkannya.

Tentunya pertanyaan yang muncul kemudian adalah, bagaimana dengan perkembangan teknologi antariksa Indonesia sendiri? Kapan kita bisa mendaratkan astronot atau wahana antariksa ke Bulan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Thomas mengungkapkan bahwa sementara ini Indonesia memang belum berdiri di tahap menyusul negara-negara yang telah mengorbitkan manusia serta wahana ke antariksa atau mendarat di Bulan.

“Indonesia dengan segala keterbatasan, terutama dari aspek anggaran, masih fokus untuk pengembangan teknologi antariksa, sesuai dengan kemampuan yang ada, yang saat ini fokus pada pengembangan satelit. Belum masuk ke eksplorasi antariksa yang lebih luas.

“Jadi untuk program ke Bulan, termasuk program astronot Indonesia pun saat ini belum prioritas,” tutur Thomas.