Terlalu Kencang Memompa ASI, Aktris Ini Tak Sadar yang Keluar Cairan Merah dengan Gumpalan


SURATKABAR.ID – Semua orang tahu jika menjadi ibu bukan pekerjaan yang mudah. Ada begitu banyak yang harus dipelajari, terutama terkait perawatan bayi. Dan karena ketidaktahuan serta kurang berhati-hati, ibu mana pun bisa saja melakukan kesalahan. Seperti yang dialami aktris Thailand satu ini.

Dilansir Grid.ID dari laman World of Buzz pada Jumat (6/9/2019), ia membagikan sebuah foto yang menunjukkan cairan merah memenuhi botol pemompa ASI yang digunakannya. Ia juga menunjukkan adanya gumpalan darah beku yang diletakkan dalam piring.

Pada postingannya yang diunggah melalui akun media sosial Instagram bernama @ppanward, ia bertanya, “Mengapa ada gumpalan darah yang keluar.”

Unggahan tersebut sontak dibanjiri respons dari para penggemarnya. Beberapa mengatakan mereka juga pernah mengalami hal seperti itu. Sementara yang lain mengaku terkejut dan mendesaknya untuk segera berkonsultasi pada dokter.

Baca Juga: Raup Ribuan Dollar, Wanita Ini Jual Air Susunya ke Pria di Berbagai Negara

Ibu dari seorang putra dan putri ini pun segera menemui dokter dan mendapati kenyataan bahwa ternyata ia telah salah dalam menggunakan pompa ASI.

“Karena cara menghisap dari pompa yang terlalu kuat, menyebabkan kapiler di payudaranyapecah danputingnya luka,” ujar dokter. “Akibatnya pembuluh darah kapilernya yang pecah membuat ASI menjadi merah,” imbuhnya.

Wanita berusia 39 tahun ini sebenarnya telah merasakan bahwa tekanan alat pemompa terlalu kuat hingga menyebabkan rasa sakit. Namun ia memilih mengabaikan rasa itu karena menganggap hal tersebut memang sesuatu yang normal terjadi.

“Saya salah paham bahwa memompa dengan tekanan yang kuat akan memberikan ASI lebih cepat dan mencegah penyumbatan,” ungkapnya. “Saya berusaha menahan sakit, karena saya pikir normal. Saya sekarang tahu jika itu adalah kesalahan,” tambah ibu dari dua anak tersebut.

Kemudian ia mengatakan bahwa meski telah memiliki dua orang buah hati, namun dirinya belum mengetahui dan memahami banyak hal sebagai seorang ibu.

Usai konsultasi dengan dokter, ia masih dibolehkan melakukan pompa ASI. Pasalnya, apa yang dialaminya tersebut bukan merupakan hal serius.