Astaga! Puluhan Penumpang Ditinggal Pesawat Gara-Gara Dikunci di Tangga Bandara. Kok Bisa?


SURATKABAR.ID – Sebanyak puluhan penumpang maskapai Ryanair dibikin geger lantaran gagal ikut penerbangan setelah pesawat terlebih dahulu terbang dengan membawa barang-barang mereka. Bagaimana bisa hal ini terjadi?

Dilansir Detik.com dari berbagai sumber, pada Kamis (5/9/2019), pesawat Ryanair yang seharusnya berangkat dari Edinburg, Skotlandia ke Krakow, Republik Ceko, lepas landas tanpa membawa penumpang. Kuat dugaan, mereka dikunci di tangga bandara oleh petugas.

Salah seorang penumpang mengklaim jumlah mereka ada sekitar 30 orang. Frustasi lantaran ditinggal pesawat, mereka pun melakukan protes. Para penumpang malang ini mengaku sama sekali tak tahu menahu apa yang terjadi.

Mereka baru menyadari pesawat telah mengudara sewaktu mengecek keberangkatan online. Pesawat tersebut membawa barang-barang penumpang dan hal tersebut tentu saja menjadi pelanggaran utama yang dilakukan sebuah maskapai.

Baca Juga: Ada Penumpang Ngotot Lari Bawa Tas, Korban Selamat Pesawat Terbakar Bersaksi via FB

Menurut peraturan keamanan di Inggris, petugas berkewajiban memastikan sebelum pesawat berangkat bahwa seluruh penumpang ikut terbang bersama barang-barang milik mereka.

Jika memang tas dan barang-barang terpaksa tidak terbang bersama para penumpang, maka seharusnya ada pemeriksaan keamanan tambahan.

Salah seorang penumpang yang seharusnya terbang untuk honey moon mengatakan, sungguh mustahil petugas tak mengetahui ada begitu banyak penumpang yang tertinggal.

“Kami semua tertegun, karena tidak mungkin staff Ryanair tidak tahu kalai kami tidak berada di dalam penerbangan,” ujar salah seorang penumpang yang diketahui bernama Mark Henderson, ketika dikonfirmasi Daily Record.

Para staff, diakui penumpang, justru berjalan melewati mereka kemudian menaiki pesawat sebelum akhirnya mengunci mereka di luar. Padahal saat itu para penumpang berada tepat di belakang staff-staff tersebut.

Para penumpang yang tertinggal itu kemudian dipaksa menunggu berjam-jam keberangkatan hingga pada akhirnya mereka diberangkatkan dan tiba di tempat tujuan 5 jam lebih lambat dari jadwal keberangkatan seharusnya.

“Kami meminta maaf kepada penumpang kami atas kejadian ini,” kata Juru Bicara Ryanair.

Terkait insiden tersebut, staff Ryanair mengaku adanya kesalahan agen penanganan yang terjadi di Bandara Edinburgh. Mereka menegaskan akan menelusuri lebih dalam permasalahan yang menyebabkan seluruh penumpang Ryanair gagal terbang dari Edinburgh menuju Krakow.

“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa kami sedang menyelidiki masalah penerbangan pesawat dari Edinburgh ke Krakow di mana penerbangan berangkat tanpa semua penumpang. Kami meminta maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan kami bekerja sama dengan maskapai akan menetapkan apa yang salah,” jelas Juru Bicara Ryanair lebih lanjut.

Atas insiden tersebut, seluruh penumpang yang gagal berangkat mendapatkan voucher penerbangan gratis hari itu juga. Juru Bicara Bandara Edinburgh mengungkapkan bahwa pihak Ryanair telah memberikan respon terkait masalah itu dengan cepat dan melakukan penerbangan tambahan.