Minta Bantuan Cari Ibunya, Bocah 3 Tahun Malah Jadi Korban ‘Kebuasan’ Satpam Mall


SURATKABAR.ID – Tidak sedikit kasus anak yang terpisah dari orangtuanya ketika berada di pusat perbelanjaan yang ramai. Ketika hal tersebut terjadi, satpam pasti menjadi orang pertama yang dicari untuk meminta bantuan.

Namun alih-alih bantuan, seperti yang dirangkum dari laman Grid.ID pada Sebin (2/9/2019), seorang gadis berusia 3 tahun diberitakan mengalami pelecehan oleh petugas keamanan di sebuah mall ketika ia meminta bantuan untuk menemukan sang ibu.

Kejadian tersebut berawal ketika sang gadis malang bersama ibu dan kakak perempuannya mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di DFO Homebush, Sydney, Australia. Ketika asyik bermain di pusat taman bermain mall, sai dan sang kakak yang berusia 7 tahun ditinggal ibunya berbelanja.

Bukannya menunggu atau mengajak sang kakak, bocah 3 tahun tersebut malah beranjak sendirian dari tempat bermain tersebut dan pergi mencari ibunya. Sayangnya ia justru tersesat di dekat eskalator dan bertemu seorang satpam.

Baca Juga: Anak 8 Tahun Bawa Foto Ibunya ke Puncak Gunung Tertinggi di Taiwan, Alasannya Bikin Air Mata Mengalir

Seperti mendapatkan mangsa segar, satpam yang diketahui bernama Hassan Al Bayati ini langsung mengajak bocah 3 tahun yang membutuhkan bantuannya ke tangga darurat yang tak ada pengunjung. Di tangga tersebutlah Hassan segera melancarkan aksi bejatnya.

Pria berusia 30 tahun ini melakukan pelcehan sekitar 11 menit sebelum ia akhirnya membawa bocah malang tersebut kembali ke pusat taman bermain.

Di sana, ibu dan kakak perempuan si bocah sudah menunggu dengan wajah panik dan menangis karena mendapati anak serta adiknya hilang.

Melansir dari laman News.com.au, kejadian ini terungkap usai si bocah menceritakan pengalamannya kepada ayahnya sepulangnya mereka dari pusat perbelanjaan.

Berdasarkan pengakuan gadis 3 tahun tersebut, ciri-ciri pelaku merujuk pada satpam bernama Hassan. Dugaan kemudian diperkuat dengan barang bukti berupa rekaman dari kamera CCTV mall tersebut. Hassan pun dinyatakan bersalah.

Dalam persidangan, ibu korban menuntut hakim menjatuhkan hukuman seberat-beratnya pada pelaku pelecehan terhadap anak. Menurutnya, aksi bejat Hassan telah merenggut masa depan putri kecilnya dan juga meninggalkan trauma mendalam.

Hassal Al Bayati sendiri diketahui merupakan seorang imigram Irak yang datang ke Australia sekitar 10 tahun yang lalu.