Brutal! Puluhan Orang Aniaya Dokter Lansia Hingga Tewas Gara-Gara Ini


SURATKABAR.ID – Seorang dokter tua harus menjadi sasaran amuk massa yang berjumlah puluhan orang di Negara Bagian Assam, India. Mereka memukuli dan membunuhdokter tersebut dengan brutal. Ia dituding gagal menyelamatkan seorang pekerja perkebunan teh lantaran absen dari rumah sakit.

Menyusul insiden yang menewaskan Deven Dutta, dokter berusia 75 tahun tersebut, Asosiasi Medis India, badan dokter dan staf medus terbesar, dengan lebih dari tiga juta nggota, di negara tersebut pun menyerukan pemogokan pada Selasa.

Seperti yang dilansir Wartaekonomi.co.id dari RT, Senin (2/9/2019), adegan mengerikan itu terjadi di sebuah rumah sakit di dalam sebuah perkebunan teh yang luas pada Sabtu (31/8) lalu, tak berselang lama setelah seorang pekerja wanita dirawat di fasilitas medis tersebut.

Dilaporkan pekerja berusia 33 tahun itu dalam kondisi kritis dan sangat membutuhkan bantuan medis. Namun sayangnya pada saat itu, baik Dutta maupun apoteker, tengah tidak berada di rumah sakit untuk menangani pasien malang tersebut.

Baca Juga: Gila! Dokter dan Petugas Medis di Rumah Sakit Ini Wajib Bawa 5 Pasien Jika Ingin Dapat Gaji Penuh

Wanita itu ditinggalkan bersama seorang perawat yang hanya memberikan cairan saline. Langkah medis tersebut sama sekali tidak dapat menolong nyawa karyawan dari perkebunan teh yang sakit itu. Ia pun meninggal tak lama setelah dirawat.

Meski masih belum jelas apa penyebab kematian wanita tersebut, namun rekan kerja pasien melimpahkan kesalahkan pada dokter, yang tak kunjung muncul di rumah sakit sebelum pukul 3.30 sore, lebih dari tiga jam setelah karyawan yang sakit itu dirawat.

Begitu dokter itu tiba, puluhan pekerja yang terbakar emosi pun langsung memukuli pria tia tersebut dan menguncinya di dalam ruangan di rumah sakit. Hal tersebut dilakukan untuk mencegahnya mendapat bantuan medis untuk mengobati luka-luka yang diterimanya.

Polisi yang dipanggil datang ke tempat kejadian dan masuk ke ruangan. Sebanyak 21 orang ditangkap. Namun sayang, ketika aparat tiba, kondisi dokter tersebut sudah sangat buruk. Ia pun meninggal dunia karena luka-luka di tubuhnya beberapa jam kemudian.

Insiden tersebut menuai kemarahan dari komunitas medis India. Forum Dokter Benggala Barat (WBDF) sangat mengecam tindakan brutal tersebut dan menyebutnya sebagai “pembunuhan dengan kekerasan”.

Mereka menyesalkan insiden seperti itu dipilih menjadi “jalan hidup” bagi para petugas medis di negara mereka dan bahwa dokter serta petugas medis sangat “tidak dihargai lagi di India”.

“Beberapa dekade pelayanan, bantuan di luar jam, saran yang diminta kepada pasien yang ia layani disapu, dilupakan dan dihancurkan dengan keras oleh satu saat pelayanan yang tidak memadainya,” demikian bunyi pernyataan dari organisasi tersebut.

WBDF menambahkan bahwa dokter Devan Dutta seharusnya sudah melewati usia pensiunnya sejak lama, namun ia memutuskan tidak berhenti melayani masyarakat. Atas kematiannya, mereka memuji dokter ini karena dianggap sangat berkomitmen pada komunitasnya sendiri.