Edan! Sakit Hati Karena Sering Bertengkar, Istri Minta Tetangga Habisi Suami Tanpa Bayaran


SURATKABAR.ID – Dua orang berinisial RM (27) dan LH (21) yang diduga menjadi pelaku pembunuhan Marison Simaremare (47) diringkus kepolisian Resor Siak, Riau. Keduanya mengaku mendapat perintah eksekusi tersebut dari istri korban, SS (45).

“Motif sementara, kedua pelaku mengakui bahwa mereka disuruh oleh istri korban tanpa imbalan untuk menganiaya. Dikarenakan istri korban sakit hati karena sering bertengkar dengan korban atau suaminya itu,” kata Kaur Humas Polsek Siak Bripka Dedek Prayoga, dikutip dari JPNN.com, Senin (2/9/2019).

Diketahui, peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (31/8) sekitar pukul 01.00 WIB. Pada saat itu korban sedang tidur bersama istrinya di rumah jaga di samping rumah walet di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Siak.

Tak berselang lama, SS mendengar ada suara seperti pukulan ke arah korban. Suasana pada waktu itu gelap karena mesin penyala lampu sedang rusak.

Baca Juga: Kocak! Pengakuan Begal Sadis Dapat Sial Gara-Gara Tas Berisi Celana Dalam Bekas Menstruasi dan Kondom

Istri korban pun segera melarikan diri ke arah pohon sawit dengan membawa anak-anaknya. SS sendiri mengaku mendengar suara korban meminta tolong. Ia pun menghampiri arah datangnya suara. Namun ternyata sang suami sudah berada di parit.

Keadaan korban saat itu sudah mengalami luka pada kepala dan kaki seperti terkena bacokan. Sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis, sayang nyawa korban tak terselamatkan.

“Setelah itu korban dilarikan ke puskesmas untuk dilakukan pertolongan pertama, namun pada Sabtu (31/8) pukul 07.30 WIB korban meninggal dunia,” ungkap Humas Polres Siak.

Kepolisian Resor Siak memerintahkan Opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Siak untuk membantu Unit Reskrim Kepolisian Sektor Sungai Apit dalam melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Hingga akhirnya tim gabungan berhasil mengamankan pelaku pertama, yakni RM.

Setelah dilakukan interogasi, RM mengaku dirinya melakukan aksi tersebut dibantu rekannya, LH. Pelaku kedua pun langsung ditangkap di Kecamatan Pusako, Siak, Minggu dini hari.

“Pelaku kedua ditangkap tanpa perlawanan dalam keadaan mabuk minuman tuak. Pelaku mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan bersama RM,” imbuh Dedek.

Rencananya, sebagai langkah tindak lanjut, polisi juga akan mengamankan istri korban yang saat ini masih mengantarkan jenazah suaminya ke Lipat Kain, Kabupaten Kampar, guna dimakamkan.

Aparat sendiri masih mendalapi pengakuan para tersangka terkait peran sesungguhnya dari istri korban.