Tewasnya Siswa SMP Tertusuk Pisau di Depan Rumah Penuh Kejanggalan, Polisi Temukan Ini Saat Otopsi


SURATKABAR.ID – Kapolres Palangkaraya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan bahwa pihaknya sempat melihat adanya kejanggalan terkait pelajar SMP di Palangkaraya, Eko Saputro (15), yang meregang nyawa tepat di halaman rumahnya sendiri.

AKBP Timbul RK Siregar, dilansir dari laman Tribunnews.com pada Minggu (1/9/2019), mengungkapkan, keanehan tersebut adalah ketika polisi tiba di lokasi kejadian, mereka tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau pun bekas bercak darah seperti informasi yang diterima pihaknya.

Polisi lalu meminta agar pihak keluarga bersedia membawa korban ke kamar jenazah Rumah Sakit Doris Sylvanus, Palangkaraya, guna dilakukan otopsi. Akan tetapi keluarga korban sempat menolak permintaan dari polisi.

Namun usai dilakukan berbagai upaya dan diberikan penjelasan demi kepentingan proses hukum, pada akhirnya pihak keluarga Eko bersedia dan mengizinkan korban diotopsi.

Baca Juga: Pengakuan Mengejutkan 2 Eksekutor yang Disewa Aulia, Batal Habisi Pupung dan Dana Karena Alami Hal Ini

“Berdasarkan hasil visum, ditemukan ada luka robek pada bagian dada sebelah kiri korban. Diduga berasal dari tusukan benda tajam,” ungkap Timbul, pada Sabtu (31/9) lalu.

Polisi kemudian memeriksa orangtua dan adik korban untuk mengungkap penyebab pasti dari kematian korban.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang siswa SMP tewas setelah tertusuk benda tajam di halaman rumahnya, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (31/9) lalu.

Meski kasus sempat ditutupi pihak keluarga, namun polisi akhirnya tetap membawa korban untuk diotopsi. Polisi juga meminta keterangan dari ayah korban.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan dari ayah korban, Eko tewas ketika dikejar adiknya di halaman rumah lantaran tak mau memberikan roti. Korban pun terpeleset dan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh.

Nahas, di lokasi korban terjatuh ternyata ada pisau. Pisau tersebut pun menghujam langsung ke arah dada korban.

Dan sayangnya, nyawa korban tak dapat tertolong meski sempat dibawa ke rumah sakit.