Dokter Temukan Kelainan Langka Saat Akan Transplantasi Ginjal, Pasien 9 Tahun Gagal Dapat Donor


SURATKABAR.ID – Seorang dokter di Inggris yang akan melakukan operasi transplantasi ginjal dikejutkan dengan temuan aneh pada pendonornya. Jika umumnya ginjal hanya memiliki satu pembuluh darah, ginjal milik sang pendonor ini memiliki lima arteri renal.

Pada beberapa kasus, arteri renal yang menyuplai darah ke ginjal paling banyak hanya ditemukan berjumlah dua saja. Karena itu, arteri renal yang lebih dari dua pun tergolong langka. Pasalnya, hal tersebut dapat menyebabkan komplikasi saat dilakukan transplantasi, dikutip Detik.com dari Fox News.

Arteri renal sendiri terbentuk dari artero mesonephric ketika bayi berkembang dalam rahim. Terkadang, menurut jurnal yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine (NEJM), apabila lebih dari arteri mesonephric muncul, maka tak menutup kemungkinan arteri renal bisa saja terbentuk.

“Ginjal dengan beberapa arteri secara teknis lebih menantang untuk dijadikan transplantasi dan bisa meningkatkan risiko komplikasi vaskular,” bunyi jurnal studi tersebut.

Baca Juga: Bocah 4 Tahun Jalani Operasi Karena Kecanduan Gadget, Ini Pengakuan Sang Ayah

Namun ditambahkan, hal ini benar adanya untuk anak-anak. Karena mereka memiliki pembuluh darah yang ukurannya lebih kecil daripada pembuluh darah orang dewasa.

Oleh karena itu, operasi transplantasi ginjal yang awalnya akan dilakukan pada pasien berusia 9 tahun yang mengidap displasia ginjal dan penyakit ginjal kronis ini terpaksa tak dapat dilakukan.

Displasia ginjal sendiri merupakan kondisi ginjal yang gagal terbentuk secara sempurna ketika janin berada di dalam rahim.

Sangat disayangkan bagi pasien kecil tersebut, pasalnya ginjal langka ini akhirnya diberikan pada seorang pria berusia 35 tahun. Berselang 3 tahun sejak menjalani operasinya, pria tersebut dikabarkan sehat secara klinis.

Namun ternyata pasien kecil ini masih beruntung, karena hanya berselang 18 bulan setelah itu, ia akhirnya menemukan donor ginjal yang benar-benar cocok. Ia pun menjalani operasi transplantasi dan sukses dalam operasinya.

“Saat follow-up selama dua tahun, dia juga telah sehat secara klinis,” ujar dokter.