Polri Ungkap Fakta Sebenarnya di Balik Kabar Viral Soal Masjid di Papua yang Dibakar


SURATKABAR.ID – Polri buka suara menanggapi kabar yang beredar luas melalui aplikasi WhatsApp, di mana disebutkan bahwa ada masjid di Papua dibakar. Dengan tegas polri menyatakan informasi tersebut tidaklah benar.

Divisi Humas Polri, seperti yang ditukil dari laman Detik.com pada Minggu (1/9/2019), memberikan klarifikasi terhadap berita hoaks tersebut melalui akun media sosial Instagram resminya, @dicisihumaspolri, Sabtu (31/8) kemarin.

Terlihat sebuah video dikirimkan secara berantai ke grup WhatsApp. Dalam video terlihat masjid terbakar dengan asap hitam membumbung tinggi. Si lidah api pun tampak melahap bagian dari tempat ibadah umat Muslim tersebut.

Ada pengguna WhatsApp yang membubuhkan keterangan ‘Masjid di Papua dibakar’. Untuk menghentikan meluasnya kabar bohong tersebut, Divisi Humas Polri menambahkan stempel HOAX pada hasil tangkap layar percakapan via WhatsApp itu.

Baca Juga: Komentar Mengejutkan Sandiaga Tentang Polemik Papua

Telah beredar informasi bohong/HOAX di WhatsApp yang berisi tentang terbakarnya masjid di Papua,” demikian bunyi tulisan Divisi Humas Polri, dikutip Detik.com, Minggu (1/9/2019).

Fakta sebenarnya dari rekaman tersebut adalah peristiwa kebakaran yang melanda Masjid Agung Belopa di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Adapun peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada 29 Januari lalu.

Penyebar berita hoax dapat dipidana sesuai dengan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman sampai dengan 10 tahun penjara,” sebut Divisi Humas Polri dengan tegas.

View this post on Instagram

Be Smart Netizen SARING SEBELUM SHARING Telah beredar informasi bohong/ HOAX di WhatsApp yang berisi tentang terbakarnya masjid di Papua. Kejadian yang sebenarnya adalah Masjid Agung Belopa di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terbakar, Selasa (29/1/2019). Penyebar berita hoax dapat dipidana sesuai dengan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman sampai dengan 10 tahun penjara . . @multimedia.humaspolri #polripromoter #polrihumanis #stophoaks

A post shared by DIVISI HUMAS POLRI (@divisihumaspolri) on

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan bahwa saat ini kondisi di Papua dan Papua Barat terpantau kondusif. Selain itu, kehidupan masyarakat di Papua pun telah kembali normal seperti sebelumnya.

“Nah, hari ini kita sangat bersyukur bahwa kita mendengar saudara kita di Papua Barat sana sudah damai, sudah tenang. Kehidupan sudah berjalan lagi, toko-toko sudah buka,” ungkap Wiranto di kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu (1/9).