Pernah Dibully saat Sekolah, Pria Ini Habisi Nyawa Temanbya 53 Tahun Kemudian


SURATKABAR.ID – Perundungan memang benar-benar memberikan trauma yang mendalam kepada banyak orang. Bagi mereka yang sudah tidak kuat menerimanya, akan nekat melakukan hal-hal yang bahkan sulit dinalar. Mulai dengan mencoba menghabisi nyawanya sendiri, bahkan sampai dendam meskipun telah berpuluh-puluh tahun lamanya. Sama halnya dengan kisah pensiunan anggota marinr di Thailand ini.

Singkat cerita, Thanapat membunuh seorang temannya yang membully-nya sewaktu masih sekolah, saat reuni kelas berlangsung. Padahal, ia dibully suda 53 tahun silam. Suthud merupakan teman yang dibunuh oleh pensiunan marinir tersebut.

Perundungan yang dilakukan oleh Suthud sangat membekas di dalam ingatan Thanapat. Sekitar 53 tahun yang lalu, Suthud bahkan dikatakan menyuruh teman-teman untuk keluar kelas untuk membully Thanapat. Bahkan pernah Thanapat dikubur hidup-hidup. Meskipun berasil kabur dari lubang tersebut, ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari sekolah tersebut.

Baca juga: Gabut Banget! Peragakan Gambar di Buku Pelajaran, Aksi Mahasiswa Ini Sukses Bikin Ngakak

Ternyata, meskipun sudah berpuluh-puluh tahun berlalu, Thanapat masih saja menyimpan dendam yang membara. Dan malapetaka untuk menyalurkan semua dendamnya itu tiba pada tanggal 24 Agustus yang lalu saat diadakan reuni kelas. Mereka minum-minum dan Tnanapat mengingat perundungan yang terjadi padanya.

Awalnya Thanapat hanya menginginkan maaf dari orang yang telah membully-nya. Namun Suthud malah menyangkal telah melakukan pembully-an terhadapnya. Bahkan, Suthud juga memberikan sumpah serapah. Sontak saja amarah Thanapat membuncah ia mengambil senjata api dari dalam mobilnya. Ia langsung menembak Suthud di perut sampai tembus ke punggung.

Dilansir dari Sanook, Thanapat dikabarkan membabi buta lantaran alkohol yang ditenggaknya. Temena yang pernah membullnya itu dinyatakan tewas saat dirawat di rumah sakit. Setelah kejadian, Thanapat kemudian menyerahkan diri sembari membawa barang bukti. Ia mengaku tak bermaksud membunuh temannya. Dia meminta maaf di depan foo Suthud, dan dilepaskan setelah membayar uang jaminan.