Punya Pasangan, Tapi Kok Masih Merasa Kesepian? Ini Penyebab dan Solusinya!


SURATKABAR.ID – Apa alasan Anda mencari pasangan? Tentu saja supaya tidak sendirian dalam menjalani hari-hari, bukan? Sudah menjadi impian semua orang memiliki soulmate yang senantiasa siap sedia mendengarkan, menenangkan dan hidup bahagia selama-lamanya.

Namun sayangnya, tidak sedikit orang yang mengaku merasa masih saja kesepian dalam menjalani hubungan atau pernikahan. Meski memiliki kekasih, suami atau istri, tetapi mereka merasa seperti berjalan sendirian.

Psikoterapis sekaligus penulis buku psikologi Kathy McCoy, Ph.D, dilansir dari laman Kompas.com pada Selasa (27/8/2019), mengatakan sepanjang kariernya sebagai terapis, ia banyak dipertemukan dengan pasangan yang pada akhirnya memutuskan berpisah lantaran kondisi tersebut.

Menurut survei yang dilakukan Pew Research pada tahun 2018, sebanyak 28 persen orang yang merasakan ketidakpuasan dalam kehidupan pernikahan mereka mengaku kesepian.

Baca Juga: 5 Cara Supaya Gaya Bercinta 69 Makin Bergairah, Bikin Pasangan Terpuaskan

Kesepian merupakan satu perasaan yang sangat mengerikan untuk dirasakan. Kita akan merasa tak didengar, tak dilihat, atau bahkan tak dicintai. Anda mungkin merasakan pendapat, mimpi, maupun pengalaman Anda bukanlah sesuatu hal yang berarti bagi pasangan.

“Hubungan yang menyebabkan kesepian bisa membuat hidup jauh dari bahagia, masing-masing bergerak ke arah berlawanan, saling mengisolasi diri karena ingin menghindari perasaan sakit jika bersama,” ujar McCoy.

Meski demikian, kondisi tersebut sebenarnya dapat diubah. Berdasarkan pengalaman, McCoy memberi beberapa saran untuk Anda yang tetap merasakan kesepian padahal sudah punya pasangan. Apa saja?

1. Jangan Hanya Menyalahkan, Lihatlah ke Dalam

Cobalah untuk mengevaluasi harapan Anda dan tindakan apa saja yang sudah dilakukan. Anda bertanggung jawab pada emosi yang Anda rasakan. Karena itu usahakan tidak menyalahkan pasangan atas setiap hal yang bagi Anda terasa tidak tepat dalam dunia ini.

“Perasaan cinta yang menggebu dan kebahagiaan tidak akan selalu ada setiap hari. Bahkan pada pasangan yang penuh cinta pun akan muncul ketidaksepahaman. Akan ada waktu untuk berjarak dan kembali lagi bersama dengan lebih bahagia,” tuturnya.

Anda juga perlu memahami bahwa kesepuan yang muncul bisa berarti gejala depresi atau Anda memang memiliki faktor genetik. Lihat dan pelajari polanya dari hubungan-hubungan Anda sebelumnya. Apakah Anda tetap merasa kesepian meski pasangan telah mencurahkan cinta?

Jika jawabannya iya, besar kemungkinan rasa kesepian tersebut ada kaitannya dengan genetik atau ada gejala depresi yang tak Anda sadari.

2. Ungkapkan Apa yang Anda Rasa pada Pasangan

Bersikap terbuka pada pasangan bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini. Biarkan si dia mengetahui apa yang Anda rasakan dan butuhkan. Dan sekali lagi jangan menyalahkan. Kuncinya adalah komunikasi yang produktif.

Ajak pasangan untuk berbicara dan bersama-sama mencari perubahan yang bersifat positif. Misalnya dengan cara-cara sederhana, seperti lebih sering mengungkapkan rasa cinta dan terima kasih.

3. Sadari Perubahan dan Transisi Dapat Memicu Ketidaknyamanan

Yang namanya perubahan, meski itu hal membahagiakan sekalipun, seperti kelahiran bayu, ternyata juga dapat memberikan dampak pada hubungan percintaan kita dengan pasangan, loh.

Kasus lainnya adalah promosi jabatan yang bikin kepuasan pribadi meningkat, akan tetapi membuat Anda semakin sulit membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Agar segalanya bisa berjalan lancar, sangat dibutuhkan adaptasi dan toleransi.

4. Minta Bantuan Tenaga Profesional

Jalan terakhir jika kondisi dan perasaan tersebut tak juga berubah, Anda bisa mencoba meminta bantuan tenaga profesional. Daftarkan diri Anda dan pasangan untuk mengikuti konseling pernikahan. Pasalnya, jika perasaan kesepian dan berjarak ini tetap dibiarkan, kita bisa benar-benar berhenti berkomunikasi dengan pasangan secara intim.