Bejat! Baru Sepekan Menikah, Pria Ini Sudah Lakukan Hal Tak Manusiawi pada Bayi Istrinya


SURATKABAR.ID – Seorang pria bernama Roni Andriawan diringkus aparat kepolisian lantaran menganiaya anak tirinya (D) yang usianya baru 15 bulan hingga tewas. Perbuatan keji tersebut ia lakukan hanya berselang 6 hari sejak menikahi ibu korban, Danis Aprilia.

Peristiwa keji tersebut, seperti yang ditukil dari laman JPNN.com, pada Kamis (29/8/2019), berlangsung di tempat tinggal pasangan baru tersebut di Desa Sukasari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (26/8) lalu.

Bocah malang tersebut sebenarnya sempat mendapatkan perawatan medis di klinik di Desa Serang sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Budi Asih untuk mendapat pertolongan intensif, namun sayang nyawanya tetap tak tertolong.

“Korban meninggal di Rumah Sakit Budi Asih, Desa Serang,” ujar Kapolsek Serang Baru Bekasi AKP Wito ketika dimintai konfirmasi pewarta, pada Rabu (28/8) kemarin.

Baca Juga: Parah! Ditinggal Kabur Setelah Menikah 20 Tahun, Pria Ini Baru Tahu Kenyataan Menyesakkan Ternyata…

Dalam proses pemeriksaan, pelaku mengaku nekat melakukan hal keji ini karena jengkel korban yang terus-menerus menangis ketika ditinggal bersamanya.

Padahal, dilaporkan, korban saat itu tengah sakit panas. Roni sendiri telah mencoba mengobati anak tirinya dengan memberikan obat yang dicampur air kelapa hijau. Tetapi cara tersebut rupanya tak membuahkan hasil. Korban tetap menangis.

Lantaran tak dapat lagi menahan kekesalannya, pelaku pun melempar korban jingga kepalanya membentur tembok. Parahnya, hal itu tak sekali dilakukan Roni. Setelah itu, ia berpura-pura ke kamar mandi. Dan sewakti sang istri kembali, D ditemukan telah dalam kondisi tak sadarkan diri.

D segera dilarikan ke Klinik Anisa. Dan karena kondisinya yang terlalu parah, korban dirujuk ke RS Budi Asih. Akan tetapi setibanya di sana, D dinyatakan sudah meninggal dunia.

“Doni Andriawan mengakui kalau melemparkan tubuh korban sebanyak tiga kali dan dua kali kepalanya terbentur tembok,” ungkap AKP Wito.

Lebih lanjut disebutkannya kemudian, D mengalami kekerasan tumpul pada bagian kepala berdasarkan hasil autopsi RS Polri Kramat Jati.

Pelaku sendiri langsung ditangkap, lantaran semua sangkaan mengarah padanya. Tak hanya melakukan penahanan pada Roni, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, berupa dua botol sirup obat panas, satu buah kelapa ijo, dam satu dot ukuran kecil.

“Organ otak ditemukan pendarahan luas pada rongga kepala dan pembengkakan otak bagian dalam sehingga mati lemas,” pungkas kapolsek.