Bekerja Part Time Jadi Badut, Alasan Perempuan Berhijab Ini Bikin Salut


SURATKABAR.ID – Kerjaan part time atau paruh waktu kebanyakan diambil untuk menambal kebutuhan-kebutuhan yang dirasa kurang. Banyak sekali pekerjaan paruh waktu yang bisa dilakukan. Mulai dari menulis di berbagai website, menyanyi, bahkan menjadi seorang badut. Benar, itulah yang dilakukan oleh seorang perempuan bernama Nazirah Abd Rahman.

Nazirah tidak malu melakukan pekerjaan part time sebagai badut demi mendapatkan uang tambahan. Uniknya, uang tambahan yang dikumpulkannya ini tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan guna memberi makan kucing liar yang ditemuinya.

Dilansir dari Malay Mail pada Selasa (27/8/2019), perempuan berhijab ini sehari-harinya ternyata berprofesi sebagai konsultan kecantikan di Ipoh, Malaysia. Namun saat akhir pekan ia biasa menjadi badut di sekitaran kafe Konda Kondi. Sembari menjajakan balon yang dibawanya, ia akan melakukan trik kecil-kecilan mulan pukul 21:00 sampai dengan 23:00.

Baca juga: Viral Dosen FISIP UNS Cari Mahasiswa Bimbingannya di Siaran Langsung DOTA 2, Begini Fakta…

Alasannya memang sangat mulia, ia mengaku tidak tega melihat hewan-hewan jalanan kesulitan mencari makan. “Jadi, kapanpun aku menemukan kucing atau anjing liar, aku akan memberi makan mereka, dan jika mereka memiliki luka, aku akan membawanya ke dokter hewan,” paparnya.

Ternyata, tidak hanya merawat kucing jalanan, di rumahnya sendiri terdapat kurang lebih 50 kucing. Ia mengaku sudah melakukan hal tersebut 4 tahun lamanya. Untuk mengurusi kucing-kucingnya tersebut, Nazirah mengaku menghabiskan uang sekitar 1,3 juta.

“Sebelumnya, aku hanya merawat beberapa hewan saja. Tetapi setelah memulai pekerjaan paruh waktu ini, aku bisa merawat lebih banyak lagi, terutama mereka yang mengalami cedera serius, seperti patah kaki atau memiliki luka besar,” tuturnya.

Dan untung saja, keluarga dari Nazirah juga mendukung apa yang dilakukannya. Bahkan, anak-anaknya juga meniru untuk menyayangi binatang. Jadi, dimanapun ada kucing terlantar atau luka, ia berusaha untuk menyembuhkannya. Mulia sekali, bukan?