Setelah Geger Vina Garut, Kini Video Zina Panas Pegawai Bank di Palembang yang Bikin Heboh


SURATKABAR.ID – Kasus video panas Vina Garut belum juga lenyap dari ingatan, kini publik sudah digemparkan dengan kemunculan video zina yang dilakukan pagawai Bank BUMD di Palembang. Video panas tersebut tersebar di grup WhatsApp warga Palembang dengan begitu cepat.

Video berdurasi 17 detik yang memperlihatkan seorang wanita tanpa busana tengah berhubungan badan dengan seorang pria tersebut, ditukil dari laman Tribunnews.com pada Senin (26/8/2019), dilakukan oleh wanita diduga merupakan mantan pegawai Bank BUMD di Palembang.

Si wanita dalam video yang sengaja direkam pelaku pria, usai ditelusuri, diketahui berinisial D. Ia adalah mantan pegawai di Bank Sumsel Babel.

Menanggapi kasus video viral tersebut, Sekretaris Bank Sumsel Babel Faisol Sinin memberikan klarifikasi. Ia membenarkan D adalah mantan pegawai mereka. Namun ia sudah tidak lagi tercatat sebagai pegawai Bank Sumsel Babel karena resign pada bulan lalu.

Baca Juga: Pasutri Pelaku Video Viral ‘Vina Garut’ Diamankan, Si Wanita Hanya Dibayar Rp 500 Ribu untuk Layani 3 Pria

“Benar, bersangkutan dulu tercatat sebagai karyawan kontrak dan waktu itu sebagai marketing officer, orangnya sudah resign,” ujar Faisol dikonfirmasi, Minggu (25/8) kemarin.

Faisol, lebih lanjut mengungkapkan bahwa D sudah mengundurkan diri sebelum video tersebut tersebar luas. Ia juga mengaku tak mengenal siapa pelaku yang menyebarkan video tersebut. Akan tetapi ia menegaskan hal itu tak ada hubungannya dengan pihak bank dan merupakan permasalahan pribadi.

“Pegawai kontrak itu biasanya dikontrak 6 bulan. Tapi sebelum kontrak habis, dia sudah mengundurkan diri. Masalah attitude,” jelasnya.

“Ini murni urusan perorangan tidak ada kaitan dengan perusahaan. Karena dia juga bukan pegawai kita,” imbuh Faisol.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait penyebaran video dewasa tersebut. Ia mengatakan, tim dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumsel akan mengungkap tujuan pelaku yang menyebarkan video itu.

“Nanti dilihat, apakah video itu di Palembang atau bukan. Pemeran wanita juga bisa melaporkan ke polisi jika merasa dirugikan,” tutur Supriyadi, pada Minggu (25/8).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari pihak mana pun terkait penyebaran video layak sensor tersebut. Akan tetapi ia menduga bahwa video dibuat untuk konsumsi pribadi yang kemudian disebarkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Jika didapati unsur kesengajaan dari penyebaran video ini, maka dapat dikenakan UU ITE danPornografi,” tegasnya.