Gempar Teror Pesugihan Babi Ngepet di Solo, Warga Sukses Ringkus Pelaku Berkat GPS


SURATKABAR.ID – Misteri babi ngepet yang sejak sebulan lalu santer terdengar dan bikin gempar warga meneror Kampung Kalangan Kelurahan Jagalan, Solo, akhirnya terungkap. Sebelumnya, sejumlah barang kepunyaan warga lenyap mendadak tanpa diketauhi siapa pemiliknya.

Dan rupanya dugaan teror babi ngepet yang bikin resah masyarakat tersebut, seperti ditukil dari laman Tribunnews.com, pada Jumat (23/8/2019), tak lain dan tak bukan merupakan tindak pencurian yang dilakukan oleh warga setempat.

Warga sama sekali tidak menyangka jika pelaku pencurian sejumlah barang dalam rumah adalah Rendy Febrianto alias Bagong (27). Pasalnya, pria yang tinggal di wilayah RT 3/RW 14 tersebut dikenal sebagai sosok yang santun dan suka menolong.

Warga kampung menangkap Bagong pada Rabu (21/8) pagi.

Baca Juga: Tega, Bapak Jadikan Anak Kandungnya Tumbal Pesugihan Lewat Facebook

Penangkapan terhadap Bagong berawal dari kecurigaan Andreas, salah seorang tetangga pelaku yang tengah berduka lantaran ibundanya baru saja meninggal dunia.

Telepon pintar merek OPPO milik pria tersebut tiba-tiba saja lenyap ketika digeletakkan untuk mengisi daya baterai. Berbekal GPS yang masih menyala pada ponsel milik Andreas-lah, warga melacak keberadaan si pelaku.

“Dalam ponsel korban itu ada aplikasi ojek online. Nah, dilacak melalui itu. Kok kebetulan ponsel yang dicuri itu dalam kondisi belum dimatikan dayanya, sehingga GPS masih menyala,” ungkap Bhabinkamtibmas Jagalan Aipda Tarmuji, ditemui di pelataran kelurahan setempat, siangnya.

Korban dibantu warga setempat, imbuh Tarmuji, melakukan pelacakan sendiri keberadaan GPS pada ponsel tersebut. Mereka lalu menemukan sinyal GPS mengarah di sekitaran pos kamling kampung.

Smartphone Andreas ditemukan dengan posisinya sengaja ditutupi semak dan pecahan genteng di belakang pos kamling tersebut.

“Mereka tak langsung mengambil ponselnya. Tetapi malah sembunyi sambil menunggu siapa yang akan mengambilnya,” tutur Tarmuji lebih lanjut.

Tak berselang lama, terlihat Bagong datang dan menghampiri lokasi ponsel yang disembunyikan itu. Diam-diam, warga setempat yang telah menantikan ‘mangsa’nya itu membuntuti Bagong. Mereka lalu melihat pelaku kembali menyembunyikan ponsel Andreas di selokan di belakang rumahnya.