Nyeleneh Banget! Surat Izin Siswi SMA di Tegal Ini Sukses Bikin Seisi Kelas Ngakak


SURATKABAR.ID – Foto yang memperlihatkan surat izin seorang pelajar putri sekolah menengah atas negeri di Tegal viral di media sosial lantaran dianggap cukup nyeleneh. Surat izin tersebut ditujukan untuk Wali Kelas XI MIpa 7 SMA Negeri 1 Tegal dari seorang siswinya.

Dirangkum dari Tribunnews.com, Rabu (21/8/2019), siswi yang tak diketahui namanya ini disebutkan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada Senin (19/8) lalu. Alasannya adalah karena ia bangun kesiangan setelah sebelumnya menonton lomba panjat pinang hingga larut.

“Memberitahukan bahwa siswi di atas izin tidak dapat mengikuti kegiatan belajar dikarenakan semalam nonton panjat pinang hingga larut malam sehingga bangun kesiangan,” demikian bunyi sebagian isi surat izin tersebut.

Viralnya surat tersebut juga dibenarkan oleh Pembina Kesiswaan SMAN 1 Tegal Ali Afifi. Menurutnya, isi surat yang bikin heboh dunia maya tersebut merupakan bentuk kejujuran yang ingin disampaikan oleh si pelajar putri tersebut. Meski demikian, menurutnya cara itu kurang tepat dan terkesan kocak.

Baca Juga: Video Pelajar SMP Dibully Teman-Temannya Bikin Gempar, Bupati Langsung Turun Tangan

“Ditunggu teman-temannya kok tidak berangkat. Kemudian ada surat. Dibuka teman-temannya kok isinya begitu. Satu kelas tertawa semua,” ujar Ali ketika ditemui pada Selasa (20/8) lalu.

Berawal dari dibacanya isi surat tersebut, kemudian salah seorang teman sekelasnya menyebarluaskannya di aplikasi WhatsApp.

Dan menyangkit dengan kedisiplinan siswa, Ali menuturkan, hal tersebut (bangun kesiangan lantaran menonton lomba panjat pinang sampai larut malam) tidak dapat dijadikan sebagai alasan. Meski jujur itu baik, namun alasan siswi ini tak tepat dalam ranah akademik.

“Iya, jujur baik. Cuma kenapa kok tidak masuk sekolah gara-gara panjat pinang. Niat si anak jujur tapi yang tertangkap adalah kesan lucu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ali menambahkan, jika alasannya karena ada kepentingan keluarga seorang siswa berhalangan hadir akan jauh lebih sopan dan formal. “Bahasanya pun harus formal, jangan bahasa alay. Siswa kan juga diajarkan penulisan formal,” tegas Ali.