Pengakuan Mengejutkan Mahasiswi Papua Soal Perlakuan Diskriminatif Rekannya di Malang


SURATKABAR.ID – Beberapa waktu yang lalu masyarakat sempat dihebohkan dengan beredarnya isu terkait perlakuan diskriminatif yang didapatkan mahasiswa asal Papua di Malang. Namun apakah benar kejadiannya seperti itu?

Menukil dari laman JPNN.com, pada Rabu (21/8/2019), seorang mahasiswi Stisospol Waskita Dharma bernama Nina Awendu memberikan pengakuan mengejutkan terkait isu yang sempat rama diperbincangkan.

Ketika situasi dikabarkan memanas di luar sana, Nina mengaku dirinya justru merasa adem ayem berada di Kota Malang.

“Saya dan teman-teman malah diajak ibu-ibu ikut lomba 17-an. Lomba makan krupuk dan pecah air. Malamnya, kami diajak makan-makan,” ujar Nina ketika dimintai konfirmasi oleh Radarmalang.id.

Mahasiswi yang mulai kuliah sejak tahun 2017 tersebut saat ini indekost di kawasan Jalan Hamid Rusdi bersama empat temannya.

Baca Juga: Viral Pejabat Papua Sebut Papua Tanah Kedua Israel, Kemendagri Akan Ambil Tindakan Tegas

Lebih lanjut, Nina mengatakan, saat ada insiden kericuhan di Kayutangan, pada Kamis (15/8) lalu, orangtuanya yang berada di Papua sempat merasa was-was. “Dari pagi sampai malam telepon terus. Tapi kami santai saja di kosan seperti biasa,” imbuh dara manis asal Jayapura tersebut.

Ia kemudian memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa Papua yang ada di Malang, agar kembali ke niat awal bertolak dari kampung halaman ke Kota Apel, yakni untuk menempuh pendidikan. Dengan begitu, saat kembali nanti mereka dapat memberikan manfaat bagi tempat asal.

“Ya, kuliah aja, nanti kita kalau sudah selesai, kita pulang ke Papua kita bangun SDM-nya. Biar Papua maju dan dikenal banyak orang,” imbaunya ditujukan pada rekan-rekannya sesama mahasiswa asal Papua.

Sementara itu Wali Kota Malang Sutiaji ketika ditemui, menegaskan pihaknya memberi jaminan keamanan bagi seluruh mahasiswa asal Papua yang tinggal di Kota Malang. Ia juga menggaransi tidak akan ada rencana untuk memulangkan mereka ke kampung halaman.

“Mahasiswa Papua ini kan anak-anak saya juga. Kita jaga keutuhan NKRI, jangan terprovokasi,” ujar Sutiaji tegas.