Rekaman Suara Misterius di Lokasi Eks Tsunami Palu Bikin Gempar Warga


SURATKABAR.ID – Netizen Palu ramai membahas soal postingan WhatsApp Story yang berbentuk video milik seorang mahasiswa. Video tersebut sukses bikin gempar karena memuat suara teriakan sejumlah orang yang dusebut-sebut sebagai suara korban tsunami Palu tahun lalu. Benarkah demikian?

Dilansir dari laman Kumparan.com pada Senin (19/8/2019), video berisi jeritan dan teriakan akan adanya gelombang tsunami menerjang Pantai Talise pada 28 September 2018, tersebar luas di media sosial, baik aplikasi Instagram maupun WhatsApp. Tak sedikit yang mempertanyakan keasliannya.

Video berdurasi 8 detik tersebut memperlihatkan pemandangan suasana Pantai Talise Kota Palu menjelang waktu magrib, di mana dua orang mahasiswa Universitas Tadulako, yakni Moh. Fachry Gunariyadi (22) dan Rudini Ruslan tengah menikmati keindahan alam.

Lokasi keduanya saat itu tepat di belakang Palu Golden Hotel. Sembari menantikan pesanan menu kuliner dari salah satu kafe yang ada di sepanjang pantai, keduanya mengambil rekaman video story pertama melalui aplikasi Instagram dan yang kedua menggunakan aplikasi video WhatsApp.

Baca Juga: Suara Misterius Muncul di Langut Pantura, BMKG dan TNI AU Kebingungan Cari Penyebabnya

“Dalam pengambilan video story melalui aplikasi Instagram, tidak ada suara-suara yang aneh,” tutur Rudini kepada sejumlah wartawan di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Jalan Rajawali, Kota Palu, Senin (19/8) kemarin.

Rudini mengungkapkan, setelah mengambil video story lewat aplikasi Instagram, dirinya kemudian merekam video story dengan aplikasi WhatsApp dengan tempat dan suasana yang sama seperti sebelumnya. Waktu itu sekitar pukul 18.22 Wita.

Adapun video tersebut, jelasnya, lalu ia bagikan ke WhatsApp Group Squad Palupi karena disebutkan terdengar suara teriakan aneh di dalamnya. Entah siapa yang mengambil tangkapan layar percakapan dan video dalam grup kemudian disebar luaskan.

Ia menjelaskan bahwa tidak ada niatan sedikit pun untuk menimbulkan keresahan dan membuat warga teringat kembali akan peristiwa tsunami yang menimbulkan korban hingga ribuan jiwa di pantai tersebut setahun yang lalu.

Video tersebut pun langsung menjadi viral dan dibagikan ke grup WhatsApp lain lalu mendapat beragam komentar. Beberapa di antaranya menyebut video tersebut hoaks dan sebelumnya telah diedit dengan tambahan suara sebelum diunggah.

Menanggapi hal tersebut, Rudini menegaskan, video itu benar adanya tanpa editan atau rekayasa. Dirinya bahkan sampai menantang netizen yang menyebut video unggahannya adalah palsu.

“Mari sama kita buktikan, kalau video tersebut hoax, di mana buktinya diedit,” ujarnya meyakinkan para jurnalis yang hadir di lokasi tersebut.

Lihat videonya di bawah ini dan bagikan pendapat Anda: