Matahari Jumat Pagi Menghilang, Warga Kota Ini Langsung Panik Karena Bangun di Tengah Kegelapan


SURATKABAR.ID – Berbagai bayangan mengerikan pasti akan menghantui ketika kita bangun di pagi hari dan mendapati langit gelap seperti tengah malam. Itulah yang dirasakan warga Verkhoyansk, Siberia pada Jumat (16/8) pagi pekan lalu.

Mereka, seperti dirangkum dari laman Suara.com, tiba-tiba dikejutkan dengan fenomena ganjil saat bangun di pagi hari. Pasalnya pemandangan di luar sangat gelap seperti malam hari. Padahal waktu telah menunjukkan matahari seharusnya sudah membumbung tinggi.

Fenomena tersebut, seperti dikutip Suara.com dari Odittycentral, Jumat (16/8/2019), bukan yang pertama kalinya dialami warga. Karena tahun lalu Verkhoyansk juga mengalami hal serupa.

Kengerian berawal ketika Jumat lalu (16/8), di mana seharusnya pada pukul 4 pagi fajar sudah terbit, namun hingga jam menunjukkan pukul 8 pagi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan matahari sudah tinggi.

Baca Juga: Gempar Fenomena Matahari Kembar Terjadi di AS dan Kanada, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya!

Terlihat dari sebuah foto yang diabadikan penduduk, seluruh permukiman warga berselimutkan gelap. Di langit hanya terlihat semburat kekuningan yang tidak biasa.

Warga Verkhoyansk dan Yakutian yang akhirnya mulai terbiasa merasakan gelap gulita di pagi hari ini sampai menanyakan apakah fenomena seperti ini sudah menjadi semacam tradisi tahunan, mengingat ini sudah kali kedua terjadi di kota mereka.

“Apakah ini ajdi tradisi yang aneh bahwa setiap Agustus atau Juli kita bangun, panik karena matahari tidak terbit lagi,” ungkap salah seorang penduduk di kota Verkhoyansk.

Memang belum ada penjelasan resmi secara sains terkait alasan pagi hari yang aneh tanpa matahari. Namun para pakar menduga peristiwa tersebut terjadi karena efek kebakaran hutan yang tinggi di Siberia.

Kemungkinan, jumlah karbondioksida yang terlampau tinggi di atmosfir membentuk awan yang sangat tebal dan menghalangi matahari untuk keluar seutuhnya.

“Tutupan awan tebal, ditambah dengan asap kebakaran dan curah hujan. Tentunya ini masih perkiraan dan kita perlu menganalisis apa yang terjadi secara lebih detail,” kata Kepala Spesialis Layanan Cuaca Rusia Fobos Yevgeny Tishkovets.