Gawat! Marak Obral Akar Bajakah 100 Ribuan di Toko Online, Obat Kanker yang Viral Ini Terancam Eksploitasi


SURATKABAR.ID – Viralnya penelitian terhadap akar Bajakah yang berpotensi menyembuhkan kanker oayudara membuat banyak orang menaruh harapan besar pada tanaman ini. Tak heran, beberapa waktu terakhir mulai banyak ditemukan akar Bajakah yang dijual bebas di lapak-lapak online.

Seperti yang dilansir dari laman Detik.com, pada Jumat (16/8/2019), harga yang ditawarkan untuk tanaman ini sangat beragam. Mulai dari Rp 100 ribu hingga ada yang mencapai Rp 1 juta.

Terkait dengan semakin maraknya jual beli akar Bajakah, para penelitinya yang merupakan siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya mengingatkan agar masyarakat untuk lebih berhati-hati. Pasalnya, belum tentu jenis akar Bajakah yang dijual di lapak online tersebut sama dengan yang mereka teliti sebelum ini.

“Bajakah itu kan sebenarnya akar, banyak jenisnya,” tutur Daldin, ayah Yazid, salah seorang siswa yang ikut meneliti Bajakah, ketika ditemui di Jakarta Selatan, pada Jumat (16/8).

Baca Juga: Waspada! Bisa Mematikan, Ternyata Tanaman Murmer Ini Diklaim Dapat Mengobati Wabah Difteri

Hingga saat ini, spesifikasi jenis akar Bajakah yang digunakan dalam penelitian siswa-siswa Palangkaraya tersebut masih dirahasiakan. Dan menanggapi begitu banyaknya Bajakah yang dijual bebas di media sosial, Daldin pun berkomentar.

“Belum tentu bener jenisnya yang dijual. Yang perlu diingat adalah dari pihak kami tidak pernah menjual. Teh Bajakah yang dibuat anak-anak juga tidak diperjualbelikan. Itu hanya sebatas inovasi saja, tidak sampai tahap produksi,” jelas Daldin kemudian.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Palangkaraya Mi’razulhaidi juga mengharapkan agar masyarakat luas tidak asal-asalan dalam berspekulasi terkait jenis akar Bajakah yang digunakan anak didiknya dalam penelitian. Dikhawatirkan pembabatan segala jenis Bajakah di hutan bisa membuat tanaman ini punah.

“Kasihan hutan. Makanya pemerintah harus secepatnya juga mengambil langkah karena ini udah booming. Semoga ke depannya bisa membantu orang yang memang membutuhkan, jangan sampai orang-orang yang cari kesempatan,” tegas Mi’razulhaidi.