Lecehkan Air Suci di Bali, Hukuman Adat di Hari Purnama Menanti Pasangan Turis Rusia Ini


SURATKABAR.ID – Bali, dengan segala daya tariknya menjadi alasan turis mancanegara memutuskan datang ke Indonesia untuk menghabiskan liburan mereka. Tak hanya pantai-pantai memesona, Bali juga memiliki segudang destinasi menarik lainnya. Seperti tempat ibadah yang kental dengan nilai sejarah.

Namun beberapa waktu yang lalu, seperti ditukil laman Grid.ID, pada Selasa (13/8/2019), dari unggahan akun Instagram Sabina Dolezalova, @sabina_dolezalova_ifbb, yang memperlihatkan sepasang wisatawan dari luar negeri mencoreng nilai historis dari satu tempat bersejarah di Bali.

Dalam video yang dibagikan oleh wisatawan asal Rusia, Sabina, terlihat dirinya bersama sang kekasih Zdenek Slouka sedang berada di kawasan Monkey Forest, Desa Padangtegal, Kecamatan Ubud, Bali. Keduanya bercanda menggunakan air suci yang mengalir dari pelinggih.

Air tersebut kemudian dicipratkan Zdenek ke pantat Sabina. Salah seorang teman mereka kemudian mengabadikan aksi pelecehan tersebut.

Baca Juga: Astaghfirullah! 3 Penumpang Wanita KRL Bogor Jadi Korban Pelecehan, Seperti Ini Modus Pelaku

Usai diposting ke media sosial, video tersebut langsung viral dan banyak mendapat kecaman dari publik. Akhirnya pasangan turis mancanegara dan temannya ini pun meminta maaf atas perbuatan mereka.

Sabina Dolezalova dan Zdenek Slouka, seperti yang dilansir Grid.ID dari Tribunnews.com, Selasa (13/8/2019), mengikuti gelaran mediasi bersama dengan Kantor Migrasi Kelas I TP Denpasar, Polsek Ubud, Prajuru Desa Padangtegal.

Turut hadir dalam mediasi yang digelar di sekretariat objek wisata Monkey Forest Ubud, pada Senin (12/8) lalu, tersebut DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. Adapun hasil dari mediasi ini adalah kasus pelecehan tidak akan dilanjutkan ke jalur hukum.

Namun demikian bukan berarti mereka bertiga bebas dari hukuman. Pasalnya, mereka ditetap kan akan menjalani hukuman adat ketika bulan purnama mendatang. Hal tersebut sesuai dengan keputusan warga setempat, diungkapkan Senator DPD RI utusan Provinsi Bali Arya Wedakarna.

“Beritanya sudah menyebar banyak komponen di Bali, baik umat Hindu dan komponen budaya yang merasa keberatan dari postingan bule terkait air suci di pura. Hasil kesepakatan mereka dikenakan sanksi adat,” tutur Arya.

Sebagai hukuman, mereka diwajibkan terlibat aktif dalam sebuah upacara pura dan pembersihan pura. Tepat di hari purnama, yakni pada 15 Agustus 2019 mendatang, mereka harus menghadiri upacara dan juga meminta maaf secara adat.

Adapun biaya upacara adat yang rencananya akan dilaksanakan di Pura Beji, kawasan Monkey Forest Ubud tersebut pun akan dibebankan kepada ketiganya.

“Mereka harus ikut tata cara, karena mereka yang harus meminta maaf kepada para dewa. Jadi 3 orang, 2 wisatawan dan 1 perekam harus hadir ikut kebudayaan. Cara-cara sesuai tradisi,” imbuh Arya.

Lebih lanjut, Arya menjelaskan bahwa ini bukan kali pertama para turis tersebut datang berkunjung ke Bali. Sebelumnya mereka sudah cukup sering berliburan di Pulau Dewata. Dan mereka datang tanpa dipandu oleh pemandu lokal.