Usai Diviralkan Terkait HTI, TNI Tetap Pertahankan Enzo Allie sebagai Taruna Akmil Gara-Gara Hal Ini


SURATKABAR.ID – Belum lama ini, salahs atu taruna Akademi Militer (Akmil), Enzo Zenz Allie, sempat ramai diperbincangkan. Ia dikaitkan dengan organisasi terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), usai sejumlah foto lawasnya di Facebook terungkap.

Namun setelah melalui sejumlah pemeriksaan, TNI memutuskan akan tetap mempertahankan Enzo sebagai taruna Akmil. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, ditukil dari laman Detik.com.

Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan bahwa sejak awal TNI tak pernah ragu dengan 364 orang taruna Akmil yang telah mereka terima. Pasalnya, semua taruna telah memenuhi standar sesuai dengan alat pengukuran yang ditetapkan. Mulai dari akademik, kesehatan jasmani, psikologi, hingga mental.

“Tapi karena kemudian ada info tambahan tentang salah satu taruna kami, yaitu Enzo Zenz Allie, maka kami pun berusaha untuk, oke, kami ingin terbuka, membuka diri,” ujar Andika dalam jumpa pers yang digelar di Mabesad, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/8).

Baca Juga: Tak Disangka! Enzo Allie Kuat Terindikasi Simpatisan HTI, Lihat Postingan Lawasnya di Facebook

Adapun tentang pengukuran tersebut sudah dilangsungkan pada 10 hingga 11 Agustus 2019 lalu. Dan dari sekian faktor, salah satu yang diukur adalah indeks moderasi bernegara. Disebutkan bahwa Enzo berhasil meraih nilai 5,9 dari nilai maksimal, yakni 7.

“Indeks moderasi bernegaranya cukup bagus. Oleh karena itu, kami Angkatan Darat memutuskan untuk mempertahankan Enzo dan semua taruna-taruna militer yang kami terima beberapa waktu lalu,” imbuh Andika lebih lanjut.

Seperti yang sebelumnya diberitakan, foto yang diduga Enzo memegang bendera bertuliskan kalimat tauhid beredar luas di media sosial. Tak hanya itu, screenshot unggahan ibu Enzo juga ramai diperbincangkan wargenet.

Netizen menilai, dari hasil tulisan ibu Enzo yang diposting berisi fitnah kepada pemerintah dan juga berbau dukungan terhadap satu organisasi yang keberadaannya sudah dinyatakan terlarang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).