Viral Hafidz 30 Juz Tewas Terseret Truk Sampah, Tubuhnya Utuh dan Ada Kain Kafan di Tasnya


 SURATKABAR.ID – Beberapa waktu yang lalu para pengguna media sosial ramai memperbincangkan informasi tewasnya seorang pemuda setelah terseret truk sampah sejauh lebih daru 5 meter di Jalan Tamangapa Antang, Makassar.

Korban, seperti yang dilansir laman Tribunnews.com dari akun media sosial Instagram @makassar_iinfo, pada Sabtu (10/8/2019), diketahui merupakan mahasiswa baru di kampus Stiba Makassar, bernama Wahyuda.

Menurut keterangan, korban terseret dengan posisi kepala dan dada terinjak ban truk sampah tersebut. Namun demikian ketika helm korban dibuka, saksi menyebutkan tidak menemukan bekas luka sedikit pun di tubuh pemuda tersebut.

Pemandangan tak biasa juga diakui para saksi mata. Mereka menyebutkan bahwa korban sempat mengulaskan senyum sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Baca Juga: Agus Waluyo, Pengendara Motor Korban di Tanjakan Emen Unggah Status Terakhir. Firasatkah?

Dan bukan hanya itu saja yang bikin warga tercengang. Karena di dalam tas korban yang ternyata merupakan seorang hafidz penghafal Al-Qur’an 30 juz ini ditemukan kain kafan. Belum diketahui untuk alasan apa korban membawa kain kafan di dalam tas.

Ketika yang lain menyiapkan pakaian lebaran, pemuda yang juga hafidz 30 juz ini siapkan kain kafan. Malam ini pria tersebut meninggal dunia terseret mobil truck di Jalan Tamangapa Antang Makassar. Saat diperiksa tasnya, ditemukan kain kafan.

“Beliau bernama : Wahyuda, dirinya tercatat sebagai mahasiswa baru di kampus Stiba Makassar,” demikian bunyi informasi yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo.

Sontak unggahan tersebut dibanjiri komentar dari para warganet. Salah seorang netizen mengungkapkan seperti apa sosok Wahyuda semasa hidupnya. Tak hanya dikenal sebagai hafidz penghafal Qur-an, korban juga merupakan sosok yang selalu mengutamakan waktu salat.

Meninggal dunia tertabrak truk pengangkut sampah, sepulang berbuka pusa Arafah di DPP Wahdah islamiyah,” tulis pemilik akun @nisaajafar.

ngilu dengar kronologis tabrkannya tapi alhamdulillah meninggalnya dg khusnul khotimah tersenyum dan udh siap bawa kain kafan masyallah,” komentar akun @mginayahh.

Teman kami di stiba Makassar dan sama2 maba,org Kolaka, dan beliau hafidz 30 juz al Qur’an, dan pernah di Hidayatullah kolaka smp, trus ke 77 Kajuara Bone,dan sempat ke Tahfidz Bogor kemudian lanjut di stiba, beliau tdo baru menyelesaikan puasa Arafah dan ingin mengejar waktu isya di kampus, kain kafan adalah sebuah ingatan beliau untuk kematian, insyaallah surga bagi beliau,” ungkap @badrul_muhayyat_thohir.