Geger Video Dewasa Berdurasi 1 Menit Diperankan Pasangan Mirip Murid SD Beredar Luas di Medsos


SURATKABAR.ID – Dunia pendidikan kembali tercoreng arang hitam, setelah sebuah video berisi adegan layak sensor yang diperankan oleh bocah mirip murid sekolah dasar luas beredar di jagat maya. Adapun penyebabnya diduga karena keteledoran orangtua yang bersangkutan.

Menukil Tribunnews.com, Kamis (8/8/2019) kemarin, video berdurasi 1 menit yang mempertontonkan adegan layaknya pasangan dewasa itu dimainkan oleh sepasang bocah ingusan. Parahnya lagi bocah-bocah ini ternyata masih duduk di bangku sekolah dasar di wilayah Magetan.

Video adegan dewasa anak-anak ini sebenarnya sudah beredar sejak bulan Juli 2019 lalu. Bahkan sebagian video yang beredar ada yang diiringi dengan musik dangdut versi koplo. Dan sebagian adegan tak pantas ditutupi dengan emoji. Namun ada versi asli yang memperdengarkan percakapan keduanya.

Diperkirakan video tersebut diambil di tempat tinggal si pemeran laki-laki. Untuk waktunya dilakukan setelah pulang sekolah. Pasalnya di rumah si bocah laki-laki tersebut memang sepi. Ayahnya bekerja di Malaysia sebagai TKI sementara sang ibu kabarnya menggarap sawah.

Baca Juga: Bukan Main! Pemeran Pria Video Dewasa ‘Siswi Samarinda’ Berani Lakukan Hal Ini

Anak laki-laki dalam video tersebut saat ini diketahui masih merupakan siswa kelas VI di SD negeri di Kabupaten Magetan bagian Selatan. Sementara si pelaku perempuan sudah lulus dan kini tengah melanjutkan pendidikannya di sekolah agama.

Kalangan masyarakat Magetan, sangat prihatin dengan beredarnya video asusilayang seharusnya belum saatnya dilakukan oleh pasangan bocah-bocah ini. Diduga karena longgarnya pengawasan, baik dari orangtua dan sekolah, anak-anak usia sekolah dasar pun berperilaku seperti layaknya orang dewasa.

Seharusnya untuk penggunaan gawai cangguh seperti smartphone pada anak-anak harus berada di bawah pengawasan orangtua dan juga sekolah. Karena memang beberapa sekolah ada yang memberikan materi pelajaran melalui ponsel pintar.

“Memang ini dilemma, karena ada pelajaran tertentu yang memerlukan smartphone seperti Tikom (Teknik Komputer) dan pengumuman berkaitan dengan mata pelajaran,” ujar pengamat pendidikan Kabupaten Magetan Muhammad Anis, Kamis (18/7) lalu.

Anis menambahkan, seharusnya jika pelajar membawa gawai ke sekolah, maka setiap jam pelajaran dimulai maka gawai tersebut harus dikumpulkan. “Makanya sebagai bentuk pengawasan, sekolah harus rajin razia. Kecuali kalau pelajaran Tikon, emmang mengharuskan bawa gawai atau smartphone.”

Terkait kasus menggegerkan tersebut, kepala sekolah yang bersangkutan memberikan klarifikasi. Ia membenarkan kalau memang pemeran dalam video tersebut adalah pelajar di sekolahnya. Sementara yang perempuan adalah alumni SDN Lembeyan 2, Magetan.

“Sekolah sudah memanggil orangtua siswa bersangkutan untuk diberikan nasihat dan pengarahan agar siswa tersebut tidak kembali melakukan perbuatan yang sama,” jelas Supeno dengan singkat ketika dimintai tanggapan.