Viral Keturunan Prancis Mantan Santri Lulus Jadi Akmil, Orang Terdekat Enzo Bongkar Fakta Mengejutkan Ini


SURATKABAR.ID – Sejak beberapa hari terakhir, nama Enzo Zenz Ellie ramai diperbincangkan usai video ketika dirinya diwawancarai oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Video wawancara mereka disebut sampai viral di media sosial. Siapakah sebenarnya Enzo yang sampai menyita perhatian publik?

Enzo merupakan putra pasangan almarhum Jean Paul Francois Allie asal Prancis dan Siti Hadiati Nahriah asal Sunda, Indonesia. Ia dinyatakan lulus menjadi calon Taruna Akmil. Enzo memang diketahui sejak kecil berkeinginan untuk masuk tentara.

Hal tersebut diungkapkan oleh ibu Enzo, Siti, ketika dihubungi melalui sambungan telepon. “Bukan dari SMA, tapi Enzo malahan sejak taman kanak-kanak memang sudah ingin masuk tentara,” tuturnya, Selasa (6/8), dikutip dari laman Tribunnews.com.

Menurut hasil penelusuran, Enzo mulai mengikuti ibunya yang menetap di Cilegon, Indonesia, usai sang ayah meninggal pada tahun 2012. Ia pun melanjutkan sekolah menengah pertamanya di sini. Setelah lulus dari sekolah menengah pertama, Enzo meneruskan pendidikan di sekolah bersistem asrama.

Baca Juga: Kini Santri Bisa Daftar Jadi Taruna Polisi

Sekolah asrama khusus putra, SMA PU Al Bayan, Anyer, Banten, menjadi tempat Enzo menimba ilmu. Ia dikenal sebagai siswa yang tekun dengan kemauan yang kuat.

Kepala Sekolah SMA PU Al Bayan Deden Ramdani, mengaku salut melihat perjuangan yang ditunjukkan Enzo meski ia mengalami masalah karena keterbatasan bahasa saat awal masuk sekolah dulu. Enzo kerap curhat kepadanya karena Deden pernah menjadi guru mata pelajaran kimianya.

“Saya pribadi melihat Enzo pribadi yang tekun, ulet dan punya prinsip yang sangat kuat,” jelas Deden dihubungi melalui telepon.

Alumnus Pendidikan Kimia UPI ini mengatakan bahwa Enzo sejak awal masuk asrama telah mengungkapkan keinginannya untuk menjadi TNI. Deden menyebut ada perkataan pemuda dengan hobi atletik dan renang tersebut yang sukses membuat dirinya takjub.

“Pak, mohon doanya. Saya ingin menjadi prajurit yang soleh,” demikian permohonan Enzo ketika masih berstatus sebagai seorang siswa di asrama putra tersebut, seperti ditirukan Deden. “Bapak doakan Enzo lulus masuk Akmil,” jawab Deden meyakinkan Enzo ketika baru masuk pertengahan semester kelas 1.

Awal masuk SMA PU Al Bayan, disebutkan Deden, Enzo masih terkendala dengan bahasa Indonesia. Namun ia tak menyerah dengan keadaan. “Ketika belajar kimia karena sulit bahasa Indonesia, dia tidak mudah menyerah. Paling punya prinsip.”

“Misalnya, ketika punya tekad untuk masuk Akmil, dia tahu apa yang harus dilakukan. Dia rutin push up dan bicara sama saya. Kemudian lari dan jogging sendiri. Beberapa anak mungkin sore istirahat, tapi Enzo punya prinsip mengejar cita-citanya. Kelas satu sudah seperti itu,” ungkap Deden kemudian.

Dikenal sebagai sosok anak yang tidak neko-neko, nama Enzo tak pernah tercatat di buku catatan pelanggaran siswa. Hanya ada deretan prestasi. Bahkan di mata teman-temannya Enzo dikenal sebagai sosok yang supel. Ia juga pandai bersosialisasi dan dapat diandalkan di bidang olahraga.

Meski pernah hidup di tengah budaya dan kultur pendidikan di Prancis, namun hal tersebut tak membuat Enzo kesulitan dalam beradaptasi dengan para siswa lain di Indonesia. Ketika menemui masalah dalam memahami bahasa Indonesia, ia akan menceritakannya pada Deden.

“Saya perlu privat bahasa Indonesia karena ada beberapa kata yang kurang dimengerti. Saya baru pertama mendengar kata-kata ini,” begitu kata Enzo kepada Deden.

Dari kejadian itulah Deden melihat Enzo benar-benar merupakan remaja yang memiliki prinsip kuat untuk menjadi siswa dan orang yang lebih baik.

Kelas dua, Enzo kembali mengungkapkan keinginan kuatnya. Kali ini ia ingin belajar lebih banyak tentang ilmu agama, termasuk bagaimana cara membaca Al-Qur’an. Akhirnya Deden pun menitipkan Enzo untuk belajar mengaji pada guru pengampu Sejarah dan PPKn sekaligus Ketua DKM Abdul Amin.

Dan ketika diadakan program umrah yang digelar pihak sekolah, Enzo menjadi siswa yang paling antusias untuk menjalankan ibadah umrah. Umrah siswa ini memang merupakan bagian dari program yang diselenggarakan pihak sekolah SMA PU Al Bayan Anyer.

“Dia salah satu yang paling semangat umrah. Dia ingin merasakan bagaimana indahnya umrah. Waktu itu dia umrah bersama kepala sekolah sebelum saya,” ujar Deden mengenang sosok Enzo.

Wah, benar saja jika Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia sangat memuji bacaan Al-Qur’an Enzo. “Itu ngajinya saja saya mungkin kalah. Ngajinya hebat. Agamanya bagus,” puji Aan ditemui di Akmil Magelang, pada Senin (6/8) lalu.